KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan dinilai memiliki potensi strategis yang besar jika mampu dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah. Letak geografis Kuningan yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai serta posisinya sebagai jalur lintas provinsi menjadi keunggulan yang seharusnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sandy Rizkya, menilai potensi tersebut perlu ditangkap secara serius oleh Pemerintah Daerah melalui kebijakan yang implementatif, bukan sekadar wacana.
“Secara geografis Kuningan sangat strategis. Ini seharusnya mendorong kreativitas Pemda dan masyarakat untuk berkreasi menciptakan ekonomi swasembada,” ujar Sandy, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, peran sentral dalam mengoptimalkan potensi tersebut berada pada Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda). Hal itu sejalan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, khususnya RPJMD 2025-2029, di mana sektor pariwisata telah masuk dalam perencanaan strategis yang disusun melalui Musrenbang RPJMD dan RKPD.
Masuknya sektor pariwisata dalam dokumen perencanaan tersebut, kata Sandy, seharusnya berdampak langsung pada arah kebijakan dan pengalokasian anggaran daerah apabila diikuti dengan implementasi teknis yang jelas dan terukur.
“Kami menilai Bupati harus mampu menonjolkan value Kabupaten Kuningan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, sejauh ini dukungan Bupati terhadap pengembangan pariwisata masih sebatas narasi strategis dan promosi. Belum terlihat secara konkret dalam bentuk dokumen APBD maupun target kinerja yang bisa diukur secara jelas.
Selain itu, Sandy juga menyoroti peran Sekda sebagai pelaksana kebijakan dan koordinator antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, Sekda harus memastikan setiap kebijakan terkait pengelolaan potensi daerah benar-benar diimplementasikan sesuai tujuan pembangunan.
“Jangan sampai kebijakan hanya berhenti pada setumpuk kertas administrasi,” ujarnya.
Sandy optimistis, apabila potensi geografis Kabupaten Kuningan dikelola dengan baik dan tetap memperhatikan aspek konservasi, maka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan hal yang mustahil.
“Ke depan PAD Kuningan bisa meningkat signifikan dan mampu menjawab krisis kesejahteraan rakyat yang ada saat ini,” tutupnya. (didin)










