Usai Final Bupati Cup, Penonton Rusuh

KUNINGAN (MASS)- Turnamen Bupati Cup resmi berakhir. Bupati Kuningan H Acep Purnama MH menuntup secara resmi turnamen paling bergengsi di kota kuda itu.

Kemeriahan partai final sedikit ternodai dengan aksi tidak terpuji para penonton. Puncaknya adalah Akmal penonton asal Desa Nanggela Kecamatan Cidahu yang mukanya berdarah setelah terkena lemparan batu.

Remaja yang menggunakan t-shirt Persib terpaksan harus dilarakan ke rumah sakit karena luka sobek di mukanya. Sebelumnya ia mendapatkan perawatan dari tim medis namun karena lukanya parah maka dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.

Dari informasi sejak awal pertandingan kedua pendukung yang berada di tribun timur itu saling ejek. Puncaknya saling lempar batu.

Situasi tidak terhindarkan ketika pluit ditiupkan oleh wasit. Penonton masuk ke lapangan. Kondisi membuat para pendukung kedua tim bertemu dan terjadilah bentrokan.

Aparat keaman langsung bergerak cepat mereka menghalau masing-masing pendukung ke tempat semula. Hal ini cukup berhasil sehingga tidak terjadi bentrok susulan.

Ternyata meski hujan turun tidak membuat penonton Lebakwangi pulang mereka justru menerikan yel-yel kemenangan. Pada saat itu tiba-tiba penonton berlari ke arah pintu masuk arah timur.

Ternyata penonton dari Lebakwangi mengejar penonton yang diduga provokator. Polisi pun langsung bergerak dan mereka pun berhasil ditangkap.

Penonton yang ditanggkap itu adalah pendukung Cidahu. Remaja tanggung tersebut langsung diamankan di ruang KONI. Sebelumnya diintrograsi oleh Polisi.

Tidak lama berselang  Camat Cidahu Rusmiadi langsung menjemput penonton tersebut. Ia meminta penonton dilepas dan ia siap untuk bertanggungjawab.

Kerusuhan yang terjadi pada Bupati Cup bukan kali ini saja.  Namun sudah beberapa kali terjadi  dan sangat disayangkan oleh semua pihak.

Pendukung tim Cidahu ditangkap karena diduga menjadi provokator

“Saya heran dengan sikap penonton. Sering melihat pertandingan luar negeri namun belum dewasa. Begitu juga dengan pemain banyak gaya sehingga banyak terjadi insiden,” jelas Jaja salah seorang penggemar bola yang rutin menonton Bupati Cup ini.

Apa yang dikatakn oleh Jaja memang benar. Dari pantauan kuninganmass.com  banyak pemain yang bersikap kurang trrpuji. Hal ini tentu membuat prihatin  karena mereka masih pemain ‘mentah’ belum mejadi pemain profesional. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com