Rektor Unisa Diganti

KUNINGAN (MASS) – Peralihan pucuk pimpinan di Unisa dilakukan oleh Yayasan Al-Ihya Kuningan, Selasa (5/9) di aula kampus Cigugur. Kepemimpinan sebelumnya yaitu H. A. Nana Rusyana, secara resmi digantikan oleh Nurul Iman. Hanya saja, karena masa jabatan rektor sebelumnya belum selesai, Nurul Iman ditetapkan sebagai pelaksana tugas (Plt).

Dr. H. Barna Subarna, M.Pd  selaku Ketua Yayasan Al-Ihya menerangkan, jabatan Plt. hanya berlaku sementara karena selanjutnya akan segera ditetapkan rektor secara definitive. “Akhir tahun ini, atau sebelum wisuda Unisa nanti, jabatan Plt sudah selesai.

Pelaksanaan peralihan rektor Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (Unisa) bagian regenerasi kepemimpinan  berdasar pada persyaratan administrasi yang harus diikuti oleh seluruh pejabat Unisa termasuk rektor. Ada sejumlah persyaratan administrasi yang menjadi kriteria khusus mengacu pada standar nasional perguruan tinggi, Statuta, standar operasional prosedur  pengelolaan dan mau tidak mau harus dimiliki oleh rektor Unisa.

“Intinya dalam rangka regenerasi di tubuh Universitas Islam Al-Ihya Kuningan. Peralihan kepemimpinan itu juga merupakan momentum untuk melakukan penataan manajemen dan sumber daya manusia yang lebih baik lagi,” jelas Barna.

Hal itu, sambungnya, sebagai langkah awal untuk menyelesaikan akreditasi program studi, khusus yang belum terakreditasi BAN-PT atau reakreditasi terhadap program studi lainnya.

“Semangat baru ini juga mudah-mudahan juga bisa mendorong percepatan proses pembukaan program pascasarjana program pendidikan agama islam,” harapnya.

Nurul Iman, sebagai Plt. Rector Unisa,  meminta seluruh karyawan baik itu Dosen dan Staff bisa bekerja sama membangun Unisa lebih baik. Menurutnya, walaupun dirasa berat menerima amanah tersebut, tetapi jika kerja bersama menjadi komitmen akan mempermudah setiap urusan.

“Kemudian, mengingat komitmen pendirian Al-Ihya adalah upaya menghidupkan nilai-nilai dan ajaran Islam di Kuningan, misi kepemimpinannya akan fokus menggiring Unisa kembali pada khittahnya,” kata Iman.

Menurutnya, baik secara individu maupun lembaga, Unisa yang bernaung di bawah Yayasan Al-Ihya harus menunjukan identitasnya sebagai pusat ilmu yang bernafaskan islam.

“Nilai-nilai islam di sini sudah agak redup. Ini harus kembali dibangunkan sebagaimana khittahnya. Insyaallah selain fokus pengembangan kampus ke luar, kami juga akan melakukan penataan kembali, baik SDM, sistem pengelolaan, maupun hal-hal lainnya,” tekad mantan komisioner KPU Kuningan itu. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com