Ponpes Ini Gelar Penyuluhan Bahaya Radikalisme dan Narkotika

CILIMUS (MASS) – Bahaya paham radikalisme dan narkotika masih jadi sorotan. Akhir pekan ini (9/9), Ponpes Al Multawally yang berlokasi di Desa Bojong Kecamatan Cilimus, bekerja sama dengan Polres Kuningan menggelar penyuluhan soal itu kepada ratusan santri di aula ponpes setempat.

Binmas Polres Kuningan yang dipimpin oleh Ipda Dedi Supriadi mengungkapkan, penyuluhan bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahayanya pemahaman radikalisme dengan mengatas namakan Islam dan  penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Diakuinya belakangan ini cenderung sudah semakin meningkat.

“Penyuluhan ini, dilakukan agar santriwan/santriwati  ini paham dan lebih berhati-hati terhadap radikalisme dan peredaran narkoba, serta bahaya yang akan ditimbulkan dari gaya hidup yang tidak sehat,” terangnya.

Disamping itu lanjut Ipda Dedi Supriadi,  penyuluhan dan sosialisasi dimaksudkan untuk memperluas informasi kepada para santri ponpes Al Mutawally tentang paham radikalisme dan bahaya narkoba yang mengakibatkan hancurnya masa depan generasi muda penerus perjuangan bangsa.

“Narkoba merupakan pembunuh massal. Sebab, dampak dari penggunaannya sangat fatal karena kerusakan yang ditimbulkannya permanen. Hal ini sesuai hasil penelitian pihak medis, bukan hanya katanya atau slogan saja, sehingga perlu kita lakukan penyuluhan kepada santri agar mengetahu bahaya narkoba tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Pengasuh Ponpes Al mutwally Drs. K.H Nunung Abdullah Dunun  mengajak para Guru guru dan santri untuk merapatkan barisan bersama-sama bersatu padu untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Karena tentunya sebagai anak bangsa semua menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia.

“Mari ciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, hidup sehat tanpa narkoba, waspada dan hindari narkoba serta jangan sekali-kali terbersit untuk mencoba narkoba. Mari bergandengan tangan, bahu membahu memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga terbebas dari ancaman bahaya narkoba,” ajak ulama tersohor itu.

Ditempat yang sama, Pembina OSPAMA Muhamad Khoirudin, S.Sos mengatakan bahaya narkoba merupakan ancaman serius, negara sudah diserang oleh pihak luar dengan menghancurkan generasi mudanya. Dan ini perlu penanganan yang sangat serius secara bersama-sama. Jika tidak maka masa depan generasi muda akan hancur.

Dalam kesempatan tersebut telah disampaikan materi pencegahan penyalahgunan narkoba meliputi pengertian narkoba, penjelasan terkait jenis-jenis narkoba dan pengelompokan narkoba berdasarkan efeknya meliputi halusinogen, stimulan, depresan, dan adiktif.

Kemudian, dilaksanakan pula  penyampaian tentang dampak dari penyalahgunaan narkoba serta ciri-ciri pengguna narkoba serta penjelasan terkait sanksi terhadap pengguna maupun pengedar narkoba serta uraian terhadap Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com