KUNINGAN (MASS) – Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menggelar kegiatan bertajuk “Hujan Karya 2026”, sebuah pentas kreativitas mahasiswa dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS) yang memadukan seni, desain, inovasi material, serta nilai pelestarian budaya Nusantara.
Kegiatan itu dilaksanakan di Bale Rancage SMAN 3 Kuningan pada Sabtu (10/1/2026) dengan melibatkan mahasiswa PGSD semester 3 dan 7 serta PG-PAUD semester 5.
Salah satu penampilan utama datang dari mahasiswi semester 3 dan 5 yang menghadirkan peragaan busana (fashion show) bertema recycle couture. Para mahasiswa merancang kostum dari bahan plastik bekas yang diolah menjadi busana bergaya trendy classic, seperti gaun Nonoi Belanda, karakter superhero, hingga busana adat Nusantara.
Tidak hanya merancang, para mahasiswa juga mempresentasikan karyanya dalam sebuah fashion show yang merefleksikan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, mahasiswa PGSD semester 7 menampilkan beragam tari tradisional Nusantara, di antaranya Tari Kembang Gadung, Tari Tanjung Baru, dan Dharmakala Batik. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang dipelajari dalam mata kuliah Seni Tari dan Drama.
Acara turut dihadiri Wakil Rektor UM Kuningan Dr Nanan Abdul Manan MPd, Wakil Dekan FPST Reja Muhammad Zainal MPd, Ketua Prodi PGSD Agus Saeful Anwar MPd, Ketua Prodi PG-PAUD Mira Maya Syaroh MPd, serta perwakilan Kepala SMAN 3 Kuningan Nining Cartini SPt SPd. Hadir pula dosen pengampu sekaligus penguji karya, Lousy Loustiawaty MSn dan Ambu Ratnawati MPd.
Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Seni Rupa, Lousy Loustiawaty MSn, menyampaikan bahwa seni bukan semata soal keindahan visual, melainkan proses pendidikan yang sarat nilai.
“Seni sejatinya bukan hanya keindahan visual, tetapi perjalanan pendidikan yang menanamkan nilai ketekunan, kejujuran, disiplin, kerja sama, hingga keberanian untuk mempertanggungjawabkan sebuah karya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membacakan puisi berjudul “Muharram di Titik Utopia” karya sastrawan dan budayawan Indonesia Away Enawar.
Sementara itu, Wakil Rektor UM Kuningan Dr Nanan Abdul Manan menuturkan, sejak tahun 2016 Kabupaten Kuningan telah membangun orkestrasi pendidikan yang berkelanjutan dari usia dini hingga perguruan tinggi. Menurutnya, seni dan budaya merupakan identitas penting daerah, terlebih Kuningan berada di kaki Gunung Ciremai.
“Hujan Karya ini menjadi program yang memperkuat khazanah keilmuan sekaligus melesatkan potensi budaya lokal,” tegasnya.
Ketua pelaksana Hilmi Fikriansah,
berharap kegiatan seperti pameran seni rupa, fashion show busana daur ulang, dan penampilan tari tradisional ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berekspresi, berinovasi, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah dan warisan Nusantara.
“Semoga kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk lebih aktif dan lebih kreatif lagi dalam berinovasi di dunia tradisional,” katanya. (didin)










