KUNINGAN (MASS) – Pada Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM, di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (15/1/2026), Bupati dan Wakil Bupati Kuningan tidak hadir mendampingi langsung. Menanggapi hal itu, Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Dian membantah adanya anggapan bahwa dirinya maupun Wakil Bupati Kuningan sengaja menghindar dari agenda sidak KDM.
“Saya ingin menyampaikan, kalau menyampaikan berita itu jangan dipotong-potong. Jangan sampai menyesatkan masyarakat. Seolah-olah saya dan Ibu Wakil Bupati sembunyi, itu tidak benar,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sehari sebelum sidak dilaksanakan, dirinya telah berkomunikasi langsung melalui pesan WhatsApp dengan KDM. Pada saat yang bersamaan, Bupati Dian sedang berada di Solo untuk menghadiri undangan penghargaan tingkat nasional bagi kepala desa, yang sebelumnya disampaikan oleh kementerian dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan juga menghadiri undangan resmi dari Menteri Dalam Negeri terkait pembinaan khusus bagi kepala daerah. Menurut Dian, agenda sidak KDM bersifat mendadak dan dirahasiakan.
“Malam itu saya tetap menghubungi (Nge-WhatsApp) izin ke Pak Gubernur karena ada kegiatan dan Ibu Wabup juga. Tidak ada istilah saya sembunyi,” ujar Dian
Dian menegaskan hubungan komunikasinya dengan KDM berjalan baik dan intens. Ia juga memastikan arahan KDM tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Saya dengan Pak Gubernur tidak ada masalah. Kami sering berkomunikasi. Arahan beliau pasti saya tindak lanjuti,” katanya.
Dian menambahkan terkait isu tata kelola air yang turut mencuat, ia menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi secara berkelanjutan dengan Balai terkait serta pihak Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Ia menyebutkan persoalan sumber air berada di kawasan kewenangan TNGC.
“Saya sudah memanggil pihak terkait dan rapat bersama Kepala TNGC. Saya minta ketegasan, meminta kegiatan yang konkret di lapangan. Hari Senin besok kita akan mengundang kembali dan saya akan bikin surat ke Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Menurut Dian, Pemkab Kuningan sejalan dengan komitmen KDM dalam menjaga kelestarian alam, khususnya terkait tata kelola sumber daya air di kawasan konservasi.
“Saya sepakat dan mendukung penuh langkah Pak Gubernur. Apa pun Pak Gubernur ambil sikap, saya akan menindaklanjutinya,” pungkasnya. (didin)










