KUNINGAN (MASS) – Pihak ULP PLN Kuningan memberikan penjelasan terkait keluhan pemadaman listrik yang terjadi menjelang Lebaran di Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru. Klarifikasi disampaikan setelah ratusan warga Desa Cipedes mendatangi Kantor Cabang PLN Kuningan untuk melakukan audiensi pada Kamis (19/3/2026) malam.
Aksi itu dipicu kekhawatiran warga jelang Idul Fitri karena pemadaman berulang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu Staf Nasuha menjelaskan kepada Kuninganmass.com, Jumat (20/3/2026), sejatinya pihak PLN sudah mendatangkan travo dengan kapasitas yang dibutuhkan, namun ada kendala teknis yang membuat travo itu masih belum bisa dinaikkan.
“Kami sebenarnya sudah berusaha mencari travo dengan kapasitas yang sesuai, namun saat akan dipasangkan ternyata aksesoris travo yang baru memiliki berbeda dengan yang lama,” ujarnya.
Menurut PLN, trafo (travo) baru sudah disiapkan dan bahkan telah tiba pada Februari. Peralihan trafo lama yang kapasitasnya 25 kVA ke trafo baru 100 kVA dimaksudkan untuk menambah daya empat kali lipat.
“Trafo itu ibarat ember, kWh rumah ibarat airnya. Dengan ember lebih besar, rumah bisa menikmati listrik dengan beban lebih tinggi saat dipakai dengan banyak pengguna,” jelasnya.
Namun pemasangan trafo baru tidak langsung dapat dilakukan karena perbedaan aksesoris dan material pemasangan. Trafo model lama dan baru memiliki kebutuhan kelengkapan yang berbeda sehingga pihak PLN membutuhkan waktu untuk menyiapkan material tambahan agar pemasangan aman dan sesuai standar.
“Beda aksesoris pemasangan sehingga perlu material lain yang harus disiapkan,” tambahnya.
Mengenai titik-titik yang mengalami overload, PLN menyatakan masalah overload tercatat di dua lokasi yakni Citangtu dan Cipedes. Namun ketika ditemui, pihak PLN menyampaikan situasi saat ini dinilai aman terkendali karena trafo pengganti telah dipasang.
“Overload trafo itu di dua titik, tapi sekarang kondisi aman terkendali,” pungkasnya. (raqib)













