Negara yang Sibuk Mengurus Meja Makan, Lupa Mengisi Pikiran
“Di Berita: rakyat kita paling bahagiaDi Rumah: Bu, buku tulisku habisLalu ia mengambil tali, tepat saat negara sibuk memoles citra diri” Potongan narasi di atas bukan sekadar puisi getir; ia adalah diagnosis sosial. Di satu sisi, negara baik pusat maupun daerah sibuk memproduksi klaim kebahagiaan kolektif melalui statistik, indeks, dan slogan. Di sisi lain, realitas … Baca Selengkapnya