KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Riyadlul Huda Winduhaji, Kuningan, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kekhidmatan pada Minggu (31/8/2025). Acara yang menjadi agenda tahunan itu terasa istimewa karena dihadiri oleh para alumni lintas generasi, mulai dari angkatan pertama sejak berdirinya pesantren tahun 1987 hingga angkatan terbaru.
Kehadiran alumni dalam acara tersebut menjadi bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Mereka hadir untuk bersama-sama mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi dengan keluarga besar pesantren.
Ketua Pengurus Ponpes Riyadlul Huda, Eki Aflah Muzaki, menjelaskan rangkaian acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara penuh penghayatan. Selanjutnya, para kiai memimpin pembacaan berjanji yang disambut syahdu oleh hadirin.
“Suasana semakin haru dan syahdu ketika jamaah bersama-sama melantunkan shalawat, mengiringi setiap bait dengan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah,” ungkapnya.
Puncak acara ditandai dengan mahalul qiyam, yaitu seluruh jamaah berdiri serentak melantunkan shalawat dengan penuh semangat. Suara shalawat yang bergema menciptakan suasana menggetarkan hati. Tidak sedikit alumni dan santri yang meneteskan air mata haru sebagai wujud kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai. Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta rahmat Allah SWT bagi seluruh jamaah, bangsa, dan umat Islam.
Setelah rangkaian utama selesai, para alumni dan santri saling bersilaturahmi. Momen itu sekaligus menjadi ajang mempererat ikatan kekeluargaan serta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga tradisi keilmuan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Kehadiran alumni lintas generasi menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah sekaligus ikatan dengan pesantren tidak pernah pudar, justru semakin kokoh seiring perjalanan waktu,” ungkapnya.
Tausiah utama disampaikan oleh pendiri Pondok Pesantren Riyadlul Huda, KH. Dodo Murtadlo Ahmad Hasan, Lc. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar perayaan lahirnya Rasulullah, tetapi momentum untuk meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sudah seharusnya kita meneladani sifat sabar, kasih sayang, dan kejujuran yang beliau ajarkan,” tuturnya. (argi)
