Soal Investasi di Kawasan Lereng Ciremai, Bupati Tegas Minta Bangunan Tidak Permanen, Wajib Ramah Lingkungan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam. Pengembangan investasi di kawasan dataran tinggi atau kaki gunung dipastikan tetap memperhatikan prinsip konservasi lingkungan secara ketat.

Kebijakan mengenai penataan investasi kawasan atas tersebut dipaparkan oleh Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, MSi, Ia menegaskan aktivitas pembangunan usaha pariwisata di kawasan lereng gunung tetap diperbolehkan, dengan syarat penggunaan material konstruksi yang ramah lingkungan dan tidak bersifat permanen.

“Misalnya di kawasan atas itu, asal tidak permanen atau konstruksinya konstruksi ramah lingkungan bisa ada teknik rekayasa teknik,” ujarnya saat diwawancara Kuninganmass.com di Kopi Botanika, Palutungan, Kecamatan Cigugur, pada Rabu (4/11/2026).

Dalam aturan tata ruang tersebut, kawasan industri skala menengah dan besar diarahkan ke wilayah Kuningan bagian timur, bukan di area resapan air kawasan atas. Ia juga mengkaji secara matang koordinasi bersama pihak terkait agar zonasi industri padat karya yang aman limbah dapat terlokalisasi dengan baik.

” RTRW kita itu sudah berpuluh tahun dan dalam zaman saya ini saya tuntaskan supaya ada kepastian hukum bagi investor. Supaya kita juga lebih mudah menata sesuai dengan kawasan dan kondisi lingkungan,” tambahnya.

Mengenai maraknya pembangunan fasilitas penunjang wisata seperti hotel maupun penggunaan konstruksi beton di kawasan atas, Dian menyebut hal itu akan terus dievaluasi bersama jajaran dinas teknis terkait.

Ia menyadari dalam masa kepemimpinannya yang berjalan 1 tahun 8 bulan ini, masih ada regulasi maupun kebijakan teknis yang perlu disempurnakan berdasarkan evaluasi di lapangan.

“Itu kan kebijakan-kebijakan itu akan kita bahas kembali. Ini kan saya itu 1 tahun 8 bulan. Sekali lagi mohon doanya. Kebijakan pemerintah juga ada hal yang isinya mungkin masih lemah, masih kurang, perlu waktu, saran masukan silakan,” pungkasnya. (raqib)