KUNINGAN (MASS) – Salah satu agenda Wakil Menteri Dalam Negri (Wamendagri RI) Akhmad Wiyagus saat kunjungan ke Kuningan adalah mellihat langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR), Jumat (6/2/2026) kemarin.
Meski bukan program yang dibawah naungan Kementeriannya langsung, Akhmad Wiyagus nampak memonitor pembelajaran para siswa di ruang-ruang kelas.
Nampak para siswa yang berasal dari ekonomi kurang mampu itu, memakai baju rapi dengan seragam “patriot”, tengah belajar di ruang kelas dengan dibimbing guru mata pelajaran.
Fasilitasnya tak main-main, selain diberi seragam, mereka juga diberi fasilitas pendidikan modern seperti laptop untuk masing-masing siswa, hingga media belajar yang bagus. Karena menginap, mereka juga diberi fasilitas boarding school yang baik.
Mantan Kapolda Jawa Barat itu tak banyak bicara dalam kesempatan tersebut. Selain membatasi jumlah yang ikut masuk kelas takut menganggu kegiatan belajar, ia juga tak memberikan keterangan apapun pasca kunjungan.
Wamendagri tak sendirian mengunjungi SR. Ia didampingi Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si dan Wakil Bupati Tuti Andriani SH MKn, serta Kepala Dinas Sosial Toto Toharudin M Pd.
Pasca kunjungan Wamendagri, Kadisnsos Toto Toharudin mengaku pihaknya tengah memastikan SR permanen segera dibangun. Seperti diketahui, SR di Kanupaten Kuningan saat ini, sifatnya masih transisi di eks SMPN 6 Kunigan yang kemudian dimerger ke sekolah lain.
Toto mengaku, pembangunan SR permanen tengah dalam pengukuran. Dan saat ini, dicanangkan juga akan ada pembangunan stadion internasional yang terintegrasi dengan SR permanen. Alhasil pembangunan SR di Cikandang yang semula ditarget cukup dengan anggaran Rp 250 Milyar, kini diproyeksi naik ke Rp 300 Milyar.
“Kalo kita lihat anak anak senang, guru senang, wali asuh wali asrama bahagia membimbing. Perkembangan (siswa juga) cukup luar biasa, saat masuk malu-malu, hari ini dikunjungi siapapun mereka sudah menunjukkan rasa percaya diri tinggi,” kata Toto.
Saat ini, siswa SR di Eks SMPN 6 Kuningan ada 90 orang. Dan kedepan, kata Toto, pihaknya akan melakukan seleksi ketat untuk menjaring siswa baru di SR permanen.
“Kita yakin setelah melihat pembelajaran di SR, pertumbuhan anak luar biasa, sesuai dengan tagline kita Cerdas bersama tumbuh setara,” paparnya.
Ia juga mengaku, pihaknya saat ini punya punya program untuk keluarga tidak mampu, dimana anaknya disekolahkan di SR, orang tua diassesmen agar dapat program pemberdayaan. “Jangan sampai anak hebat, orang tuanya ketinggalan,” terangnya.
Terakhir, Kadinsos ditanya “oleh-oleh” atau tujuan apa Wamendagri yang notabene bukan bidangnya secara langsung, datang ke SR. “Wamen hanya menitipkan anak anak bangsa ini mudah-mudahan jadi orang-orang hebat,” kata Toto. (eki)






