KUNINGAN (MASS) – Idul Fitri ajang untuk bersilaturrahmi. Silaturrahmi bagian dari ajaran Islam yang mesti dijaga agar tetap lestari. Dengan bersilaturrahmi seseorang mendapatkan banyak keutamaan yang dijanji, di antaranya, dipanjangkan usia menjadi berkah dan suci serta melimpah rezeki.
Semangat silaturrahmi semakin kokoh di hari raya idul fitri. Karena pentingnya silaturrahmi, maka Islam memberikan panduan suci yang harus diperhatikan oleh seorang muslim sejati ketika hendak bersilaturrahmi agar tetap suci.
Pertama, Adab pertama yang hendaknya dilakukan ketika silaturrahmi adalah niat yang ikhlas semata untuk mencari ridhaIlahi. Sebab setiap amal tergantung akan niat suci.
“Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.”(HR Bukhari dan Muslim).
Kedua, mengucapkan salam dan meminta izin sebelum masuk. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (An-Nur [24]: 27).
Ketiga, ketuk pintu tiga kali.“Meminta izin itu tiga kali. Maka, jika diizinkan, engkau boleh masuk, dan jika tidak maka kembalilah.” (HR Bukhari dan Muslim). “Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja) lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (An-Nur [24]: 28).
Keempat, perkenalkan diri. Jika tuan rumah belum mengenal siapa kita, perkenalkan diri kita terlebih dahulu sebelum diperkenankan untuk masuk ke dalam rumah. Dari Jabir RA, ia berkata, “Akudatang kepada Nabi SAW, lalu mengetuk pintu. Maka beliau berkata, “Siapakan ini? ”Aku menjawab, ‘Aku.’ Beliau lantas berkata, “Aku, aku!” Seolah beliau membencinya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Kelima, tidak boleh mengintip ke dalam rumah. (HR Bukhari).
Dalam hadits lain, “Sekiranya ada seseorang yang mengintip rumahmu tanpa izin, kemudian engkau melemparnya dengan batu hingga tercungkil matanya, maka itu tiada dosa atasmu.”(HR Bukhari dan Muslim).
Keenam, cepat pulang. Jangan terlalu lama dalam bersilaturrahmi karena tuan rumah bisa bosan dan ingin melakukan aktivitas yang lain. (HR Tirmidzi).
Jika nilai-nilai silaturrahmi ini dijaga dan diimplementasi maka suasana fitri akan tetap suci hingga akhir nanti. Jazakumullohu khoiran katsiro untuk sahabat Kuninganmass, semoga tetap eksis dan berkah hingga akhir nanti.***
Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat













