KUNINGAN (MASS) – Ratusan warga Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, mendatangi Kantor Cabang PLN Kuningan, Kamis (19/3/2026) malam untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini dipicu oleh seringnya pemadaman listrik menjelang Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dusun Cisalak, Dadan Darmawan menjelaskan, pemadaman listrik kerap terjadi setiap malam menjelang Lebaran dan hanya berdampak pada dua blok, yakni Pahampoan dan Cisalak.
“Tiap malam sebelum Lebaran listrik selalu padam, hanya di dua blok, Pahampoan dan Cisalak. Sudah dilaporkan dari tahun ke tahun, tapi tidak ada perbaikan. Warga jadi geram, kalau telat bayar langsung diputus, tapi kalau ada kerusakan tidak segera diganti,” ujar Dadan usai aksi.
Ia menyebutkan, kejadian ini sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut dan tahun ini berpotensi menjadi yang keempat kalinya.
Dalam aksi tersebut, warga menuntut penggantian stabilizer (stavol) pada gardu listrik yang dinilai sudah tidak mampu menampung beban listrik. Menurut Dadan, permasalahan utama terletak pada kapasitas trafo yang sudah overload, sementara jumlah penduduk terus bertambah.
“Masalahnya di stavol gardu. Kalau overload pasti mati. Dari awal pemasangan belum pernah diganti, padahal penduduk terus bertambah,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, pada hari-hari biasa listrik relatif aman, namun saat menjelang Lebaran beban meningkat karena banyaknya pemudik yang pulang kampung.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB, diikuti sekitar 100 orang lebih dari dua blok dan akhirnya membuahkan hasil. Menurut Dadan, pihak PLN langsung merespons dengan mendatangkan trafo dari Cirebon untuk dilakukan penggantian.
“Alhamdulillah, tadi langsung dipasang. Sekarang masih proses pemasangan trafo gardu listrik,” ungkap Dadan.
Dengan pemasangan trafo tersebut, warga berharap permasalahan pemadaman listrik saat Lebaran tidak kembali terulang di tahun-tahun mendatang. (didin)













