KUNINGAN (MASS) – Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.
Kepulan asap dan sejumlah titik api kembali terlihat di area TPSA Ciniru. Kondisi ini langsung mendapat penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan bersama UPT TPSA Ciniru.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengatakan monitoring, penanganan, pemadaman lanjutan, hingga proses pendinginan telah dilakukan.
“Monitoring, penanganan, pemadaman lanjutan dan pendinginan dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB di beberapa titik yang terdapat kepulan asap dan ada beberapa yang muncul kembali titik api,” ujar Indra, Kamis (3/9/2026).
Sebelumnya, operasi pemadaman kebakaran TPSA Ciniru berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 12 hingga 24 Agustus 2026. Pemadaman resmi dihentikan pada Senin (24/8/2026) malam setelah tim teknis memastikan kondisi di lokasi telah terkendali.
Namun, setelah penghentian operasi utama tersebut, BPBD bersama UPT Damkar dan UPT TPSA Ciniru tetap melakukan monitoring serta penanganan lanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali asap maupun titik api.
Pada 26 hingga 31 Agustus 2026, monitoring, pendinginan, serta pemadaman lanjutan dilakukan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan kepulan asap dan beberapa lokasi yang kembali memunculkan api.
Dalam penanganan itu, BPBD Kuningan dan UPT Damkar mengerahkan dua unit tangki BPBD serta dua unit kendaraan pemadam UPT Damkar.
Penanganan kembali dilakukan pada Rabu (2/9/2026). Monitoring dan pemadaman lanjutan dengan melibatkan BPBD Kuningan dan UPT TPSA Ciniru. Satu unit tangki BPBD dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di titik-titik yang kembali mengeluarkan asap maupun api.
Kondisi serupa kembali ditemukan pada Kamis (3/9/2026). Sejak pukul 08.30 WIB, petugas kembali melakukan monitoring, pemadaman lanjutan dan pendinginan menggunakan satu unit tangki BPBD.
Dalam penanganan lanjutan ini, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan yang diperlukan, meliputi tim penanganan, peralatan pemadaman, alat berat, serta logistik. (didin)