Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Sebelum Ditabrak Mobil Wabup, Nenek Kanah Berniat Menjual Paku Bekas

KUNINGAN (MASS) – Semuanya Allah yang mengatur. Begitulah dengan Nenek Kanah (68). Warga Dusun Manis RT 01/05 Desa/Kecamatan Nusaherang itu berniat akan menjual paku bekas yang tidak digunakan di rumahnya.

Namun, niat menjual paku bekas untuk menyambung hidupnya itu tidak terlaksana. Sebab, ia keburu ketabrak mobil dinas Wakil Bupati yang dikemudikan oleh Febby Firdaus  di Jalan Raya Kadugede pada Rabu jam 09.30 WIB.

baca berita sebelumnya:  https://kuninganmass.com/incident/mobil-dinas-wakil-bupati-alami-kecelakaan/

Andai Febby tidak membanting mobil ke sebelah kiri mungkin nyawa si nenek sudah melayang. Ia mengalami luka dibagian kepala dan hingga saat ini masih tergeletak di salah satu kamar RSUD 45 Kuningan.

Dari pengakuaannya, Rabu pagi ia berjalan kaki dari rumah. Lansia yang hidup sebatang kara itu datang ke Kadugede untuk menjual baku pekas yang dibawa dengan ember. Ibu dua anak itu akan menjual ke pengepul dengan harga Rp3.000/kg.

Ia menjual ke pengepul karena oleh pengecer yang datang ke rumah hanya diharggai Rp1.500. Rabu naas itu ia membawa 5 Kg paku. Meski harus jalan kaki namun bayangannya bakal mendapatkan uang Rp15 ribu membuatnya semangat berjalan kaki. Namun, semua sirna setelah ia ditabrak.

baca berita sebelumnya: https://kuninganmass.com/incident/wabup-selamat-pejalan-kaki-luka-berat/

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ema ti jauh ge ges ngangkat leungeung supaya mobil ulah tarik. Tapi, mobil siga nu ngebut. Ema inget teh asa ngalayang terus poek wae teu inget nanaon,” ujar Kanah kepada kuninganmass.com, Kamis (6/2/2020) dengan bahasa Sunda.

Pasca kejadian itu kepala dan badan terasa sakit. Ia kaget  melihat ada perban diatas kepala . Dan Kanah baru sadar bahwa ia ditabrak mobil.

Saat ini setelah mendapatkan perawatan kepala sangat pusing dan setiap bangun terasa gelap sehingga tidak kuat berdiri, sehingga hanya bisa tergeletak. Meski begitu ia masih bisa ngobrol dan penglihatan masih jelas.

“Ema mah ulah dibere obat lieur bisi engke tambah lieur, pangbejaken nya ka dokter. Ema apal nu nabrakna teh supir Wakil Bupati  saengges dibejaan ku adi,” lanjutnya.

baca berita sebelumnya: https://kuninganmass.com/government/perbaikan-mobil-wabup-ditanggung-pemda-korban-yang-ditabrak-oleh-siapa/

Sementara itu, setelah di rawat di RSUD ada laki-laki datang dengan menggunakan kemeja putih. Ia memberikan uang Rp1 juta dan siap bertanggungjawab untuk biaya perawatan.

“Orangnya itu berbicara uang Rp1 juta untuk kebutuhan selama di rawat. Kalau untuk perawatan sudah ditanggung dan jangan takut karena yang akan bertanggungjawa adalah Pak Wabup,” ujar Yuti adik Kanah menirukan ucap orang tersebut yang ia tidak ketahui namanya.

Yuti bercerita, kakaknya hidup sebatang kara dan selama ini berkerja serabutan. Yang paling sering adalah menemani tidur para lansia yang ada di kampungnya. Dari pekerjaaan itu ia sebulan mendapatkan upah Rp500 ribu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Yang saya takutkan kalau masih kaya seperti  tadi suka pusing dan gelap. Bagaimana melanjutkan kehidupanya. Sedangkan kakak saya sebatang kara. Saya selalu dikirim oleh anak untuk kebutuhan hidup,” jelas perempuan berusia 65 tahun itu.

Kanah lanjut Yuti mempunyai anak dua orang, yang satu di Sumedang dan satu lagi di Jawa. Karena perlu ongkos, anaknya yang dari Jawa belum datang.

“Intinya kakak saya hidup sengsara. Semoga banyak yang membentu dengan kejadian ini. Kakak saya berharap kembali normal,” ujar Yuti yang mengaku, ia untuk makan selama menunggu di RS dari biaya sendiri. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement