KUNINGAN (MASS) – Proton FC merayakan hari jadinya yang pertama dengan meriah di Ballroom Hotel Grand Cordela Kuningan, Minggu (30/11/2025). Perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi klub untuk mengevaluasi perjalanan satu tahun sekaligus meneguhkan ambisi besar menatap kompetisi Pro Futsal League Indonesia.
Acara turut dihadiri Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani SH MKn, Ketua KONI Kuningan, Kadisporapar, serta perwakilan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat. Peringatan ulang tahun ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pemberian santunan kepada anak yatim.
Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, menegaskan satu tahun perjalanan klub menjadi bahan refleksi untuk memperkuat langkah ke depan. Ia menyebut semangat pembinaan generasi muda merupakan kunci utama pembangunan klub.
“Refleksi dan tasyakuran satu tahun Proton FC ini adalah bentuk rasa syukur dan mengingatkan bahwa kita semua cita-cita kita belum tergarap semua. Ini sebagai fondasi yang baik untuk terus melakukan langkah-langkah perbaikan,” ujar Thony
Menurutnya, pembinaan generasi muda di Proton FC menjadi modal penting untuk langkah kedepan, seperti persiapan PFL 2 yang akan berlangsung di tahun 2026. Ia menargetkan Proton FC bisa menjuarai PFL 2 serta pada 2027 dapat tampil di Pro Futsal League Indonesia.

“Doa dan dukungannya, refleksi hari ini semoga menjadi modal besar untuk kita membangun keyakinan,” harapannya.
Sementara itu, Bupati Dian menyampaikan apresiasinya atas perkembangan Proton FC yang dinilai mampu memberikan warna baru bagi dunia olahraga, khususnya futsal di Kuningan.
“Saya berbahagia bisa hadir dalam anniversary Proton FC yang pertama. Seumur jagung usianya tetapi sudah menorehkan banyak prestasi,” ucapnya.
Dian berharap pengelolaan Proton FC bisa menjadi contoh bagi cabang olahraga lain di Kuningan.
“Pengelolaan yang profesional ini mudah-mudahan menjadi role model bagi cabor lain. Terima kasih Pak Presiden Proton FC yang telah memberikan inspirasi, memberikan semangat. Insyaallah ini akan ditiru oleh cabor-cabor yang lain dalam pengelolaan olahraganya,” pungkasnya. (didin)
























