KUNINGAN (MASS) – Santri Diniyah Takmiliyah Kabupaten Kuningan saat ini tengah bersiap menuju panggung kompetisi tingkat provinsi. Mereka akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-8 Tingkat Provinsi Jawa Barat rencananya berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026, di Kabupaten Cianjur.
Keikutsertaan kontingen Kabupaten Kuningan dalam ajang ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan terbaik para santri, mengharumkan nama daerah, serta membuktikan bahwa pendidikan Diniyah Takmiliyah mampu melahirkan generasi yang berprestasi, kreatif, dan berakhlak mulia.
PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan untuk mengembangkan bakat, mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat karakter Islami. Karena, di balik setiap peserta yang berlaga, terdapat proses latihan, kedisiplinan, doa, dukungan orang tua, serta bimbingan para ustaz dan ustazah.
Hal itulah yang diteguhkan Ketua DPC FKDT Kabupaten Kuningan, Dr. Sulaeman, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam PORSADIN 8 merupakan amanah sekaligus kebanggaan bagi para santri, lembaga Diniyah Takmiliyah, dan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan potensi terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah melalui sikap sportif, disiplin, dan perilaku yang mencerminkan akhlak seorang santri.
“Jadikan PORSADIN sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi sportivitas, dan tetaplah menjaga akhlak sebagai santri. Prestasi adalah kebanggaan, tetapi karakter dan akhlak mulia adalah nilai yang harus selalu kita jaga,” demikian pesan motivasi bagi seluruh kontingen.
Sementara itu, Ketua Kontingen Kabupaten Kuningan, Anang Sutisna, M.Pd., menyampaikan bahwa kontingen Kabupaten Kuningan akan mengikuti lima cabang lomba dalam PORSADIN 8 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Kelima cabang tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Tahfidz Al-Qur’an, Kaligrafi, Adzan, dan Tenis Meja.
Kelima cabang tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan di bidang keagamaan, seni Islami, dan olahraga. MTQ dan Tahfidz menguji kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an. Kaligrafi memberikan ruang bagi kreativitas seni Islami. Cabang Adzan menampilkan kemampuan melantunkan panggilan salat dengan baik, sedangkan Tenis Meja mengasah keterampilan, konsentrasi, dan sportivitas peserta.
Menurut Anang Sutisna, keikutsertaan kontingen memerlukan kesiapan peserta, dukungan pembina, koordinasi tim, serta semangat kebersamaan. Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga kondisi kesehatan, mengikuti arahan pendamping, dan memberikan penampilan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Bagi kontingen Kabupaten Kuningan, lanjutnya, prestasi tidak hanya diukur dari jumlah medali atau gelar juara. Keberanian tampil, kesungguhan dalam berlatih, kemampuan menghargai lawan, dan sikap menerima hasil perlombaan dengan lapang dada juga merupakan bagian penting dari keberhasilan pembinaan santri.
“Dukungan pengurus FKDT, pemerintah daerah, para pembina, lembaga Diniyah Takmiliyah, orang tua, dan masyarakat menjadi energi penting bagi perjuangan kontingen. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan santri dan meningkatkan kualitas pendidikan diniyah secara berkelanjutan,” tegas Anang.
Menjelang pelaksanaan PORSADIN 8 pada 23–25 Oktober 2026, ia berharap seluruh peserta mempersiapkan diri secara optimal, menjaga kesehatan, memperkuat mental, dan meluruskan niat. Setiap santri hendaknya berangkat dengan keyakinan, bertanding dengan sportivitas, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk berkembang.
Melalui keikutsertaan dalam lima cabang lomba tersebut, Anang mengakui kontingen Kabupaten Kuningan membawa harapan besar untuk mampu memberikan penampilan terbaik, mempererat persaudaraan antarsantri, serta membawa pulang pengalaman berharga yang menjadi motivasi bagi pengembangan prestasi di masa mendatang. (eki)
