SUBANG (MASS) – Pondok pesantren Al-istiqomah Subang Kuningan tidak memilih meliburkan santrinya. Pasalnya, meski saat ini di tengah pandemi, pesantren memilih melakukan proteksi dengan mendirikan pos penjagaan di gerbang masuk, sehingga santri dan orang luar tidak bisa keluar masuk sembarangan sehingga menimbulkan resiko penyebaran.
Salah satu ustad pondok, Supriatna S Ag menyebut keputusan tersebut bukan tanpa alasan, selain meminimalisir penyebaran dengan semi-isolasi wilayah, santri yang secara keseluruhan mencapai 150 tersebut, juga sedang menghadapi jadwal pasaran.
“Justru kalau pulang beresiko, karena mereka belum tentu aman juga di jalan pulang dan di kampung halaman. Sedangkan kalau disini kan terjaga juga,” ujarnya pada kuninganmass.com Senin (21/4/2020) sore.
Dirinya menyebut dalam menyambut Ramadhan kali ini, santri juga sedang melakukan pasaran. Pasaran sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk jadwal mengaji yang padat dengan target mengkhatamkan kitab-kitab tertentu, terutama kitab kuning di bidang alat dan bahasa, fiqh, nadzam, tauhid, bahkan perbintangan dan astronomi.
“Mudah-mudahan ramadhan ini tetap menjadi berkah. Semoga wabah ini juga cepat kembali diangkat oleh Allah,” tuturnya. (eki)