Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Rekor, Tiap Mutasi Selalu Ikut

KUNINGAN (MASS)- Setiap mutasi dan rotasi selalu menghadirkan cerita  senang dan sedih. Bagi yang promosi dan mutasi ke tempat  yang diinginkan tentu sumirngah.

Sebaliknya bagi yang terlempar mereka sedih dan sakit hati. Tapi tidak selama yang terkena mutasi sakit hati. Buktinya Drs H Nana Sunardi MSi meski tiap mutasi selalu terbawa, tapi pria yang dikenal sebagai penasehat IPSI itu enjoy.

Pada mutasi yang digelar Rabu (19/8/2020) Nana yang sebelumnya menjabat Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan Transmigrasi Disnakertransos, kembali bergeser ke tempat baru.

Bedanya tahun ini ia mutasi ke Bidang Pengembangan, Peluasan Kesepatan Kerja dan Transmigrasi di dinas yang sama. Ia menggantikan posisi H Deden yang pindah ke Inspektorat.

Dari catata kuninganmass.com Nana sebelum di Disnakertrans adalah Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan. Saking seringnya mutasi pria berkumus ini mengaku mendapatkan julukan MSI alias mutasi selalu ikut. Meski begitu ia tidak sakit hati atau pun marah.

“Bagi saya jabatan itu jangan pernah diminta dan ditolak. Itu resep saya sehingga kemana pun dimutasi enjoy. Ketika banyak orang menjuluki saya MSI saya tidak apa-apa,” jelas Nana.

Nana mengaku, pertama kali menjadi pejabat adalah apa tahun 2006. Kala itu ia menjabat Kasi  Kesiswaan di Disdik Kuningan selama 4,5 tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Satu tahun berikutanya ia naik jabatan menjadi Kabid PLS menggantikan mendiang ayahnya Anggota DPRD Kuningan Rana Suparman.

Setelah jadi kabid PLS pindah ke Kabid Pora selama 1,5 tahun. Lalu, pindah ke Kabid Prasana selama 2 tahun. Dari jabatan itu pindah ke Kabid PRS Dinsosnakertrans selama selama dua tahun.

Petualangan ayah tiga anak itu tidak berhenti disitu karena harus  pindah ke Disdikpora tepatnya di  Kabid PNFI. Di Bidang yang dulunya namanya adalah PLS  itu kuat 2 tahun dan pada akhirnya dipindahkan lagi ke Kabid Bansos Dinsosnakertrans selama  2 tahun.

Dari Dinsosnakertrans, Nana  menyebrang ke Satpol PP selama 7 bulan dengan menjabat Kabid SDA dan setelah itu pindah ke Dishub mengurus parkir dan PJU dan sekarang Disnakertrans.

“Golongan saya itu sudah 4b, layaknya mah  Sekban atau Camat. Tapi saya kan kumaha pimpinan, sehingga menerima dimana saja dan itu yang membuat saya sehat hingga sekarang ini,” tandasnya.

Meski pindah-pindah terus, Nana mengaku selalu menorehkan prestasi kerja di tempatnya ia bertugas. Sebagai bukti Kuningan pernah meraih Penghargaan Aksara Anuegrah Utama dan se Indonesia hanya Kuningan. Lalu, Bupati Hj Utje Ch Suganda (alm) meraih penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial.

“Jangan salah di tempat di Dishub Kuningan saya yang membuat terobosan penghematan pembayaran Pajak PJU ke PLN yakni dari Rp26 miliar menjadia Rp3 Miliar dengan berbagai terobosan. Salah satunya adalah  menggunakan lampu LED,” jelasnya. 

Setali tiga uang, apa yang dialami oleh Nana pun dialami oleh Sri Martiwi SH MH. Pejabat yang lahir di Bandung itu mengaku, saat ini ia pindah ke Kabid Pengelolaan Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup. Awalnya merupakan Kabid Perencanaan dan Pengenalian Bappenda.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya promosi tahun 2007 jadi Kasubag TU Kantor Pelayanan Perizinana kalau tidak salah sudah delapan kali mutasi. Bagi saya karena ini amanah pasti akan berkerja secara baik,” jelas perampuan yang lebih dikenal Tiwi itu.

Mereka berdua contoh diantara pejabat yang selalu terkena mutasi, selain masih ada pejabat lainnya. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement