KUNINGAN (MASS) – Kawasan Rebana Metropolitan yang mencakup tujuh kabupaten dan kota, menunjukkan perkembangan signifikan dalam realisasi investasi tahun 2025. Dari data yang dilansir oleh Kementerian Investasi BKPM, namun Kabupaten Kuningan mencatatkan nilai realisasi investasi paling rendah, yaitu sebesar Rp 253 miliar. Jumlah ini jauh di bawah Kabupaten Subang, yang mencatatkan nilai investasi tertinggi mencapai Rp 18,2 triliun di urutan pertama.
Kawasan Rebana sendiri berhasil menarik total investasi sebesar Rp 36,67 triliun, menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Subang menyumbang hampir setengah dari total investasi tersebut, berkat peran proyek-proyek besar yang menarik modal yang signifikan.
Sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya menjadi sektor dengan investasi tertinggi, mencapai Rp 11,38 triliun. Ini menunjukkan industri otomotif memiliki daya tarik yang besar bagi investor. Diikuti oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang menyerap investasi sebesar Rp3,43 triliun.
Ketiga sektor tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dan menegaskan arah Kawasan Rebana sebagai kawasan industri dan urban baru. Dalam hal konstruksi, investasi yang tercatat mencapai Rp 3,36 triliun, sementara industri barang dari kulit dan alas kaki serta industri tekstil masing-masing menyerap Rp 2,76 triliun dan Rp 2,29 triliun.
Dominasi sektor manufaktur dan properti ini mengindikasikan Kawasan Rebana memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri di Jawa Barat. Meskipun Kuningan masih tertinggal, kehadiran investasi yang signifikan di kawasan lainnya menawarkan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak perhatian investor ke Kuningan. (raqib)
















