KUNINGAN (MASS) – Sekitar 282 guru dari jenjang PAUD dan Sekolah Dasar mengikuti program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan. Program tersebut dibiayai penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya Kemendikdasmen, Unisa Kuningan membuka program RPL untuk dua program studi, yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah mengatakan, pada periode ini pihaknya menerima kuota sebanyak 214 peserta untuk Program Studi PG PAUD dan 68 peserta untuk PGSD.
“Untuk periode ini kami menerima 214 kuota untuk Prodi PG PAUD dan 68 untuk PGSD,” ujar Nurul Iman.
Penunjukan Unisa Kuningan sebagai kampus penyelenggara program tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Unisa Kuningan dan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) Kemendikdasmen di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Penandatanganan kerja sama itu dihadiri langsung oleh Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, serta Dirjen GTK Kemendikdasmen, Prof Dr Nunuk Suryani, bersama para direktur dan undangan lainnya.
Dirjen GTK Kemendikdasmen, Prof Dr Nunuk Suryani menjelaskan, program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 tersebut merupakan upaya pemerintah menuntaskan data guru di tingkat pendidikan dasar dan menengah yang belum memenuhi kualifikasi sarjana atau diploma empat.
Menurutnya, setelah menyelesaikan program tersebut, para guru akan melanjutkan ke tahap Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar memiliki gelar profesional sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
“Lulus program RPL kemudian mengikuti PPG afirmasi, dan menjadi guru profesional,” kata Nunuk.
Sementara itu, Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu’ti, serta Dirjen GTK dan jajaran yang telah mempercayakan Unisa Kuningan dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan komitmen kampusnya untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru.
“Insyaallah amanah ini kami jaga sebaik-baiknya. Kami akan selalu mendukung program pemerintah yang mendorong kualitas dan kesejahteraan guru,” tuturnya.
Sementara itu, tim pelaksana program RPL Unisa Kuningan, Asep Nugraha menerangkan bahwa perkuliahan akan berlangsung selama tiga semester dan dimulai pada Maret 2026.
Menurutnya, saat ini Unisa Kuningan sudah terdaftar sebagai kampus penyelenggara dalam akun SIPKA masing-masing guru peserta.
“Tanggal 6-8 Maret kami akan menghubungi peserta untuk melakukan pendaftaran ke laman Siakad kampus. Dilanjutkan coaching clinic pada 10 Maret, asesmen peserta pada 12 Maret, dan awal perkuliahan dimulai 30 Maret setelah Lebaran,” kata Asep. (didin)

















