KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Bungurberes dan Cilebak Kecamatan Cilebak, dibuat resah oleh teror hewan buas yang dalam kurun waktu satu bulan terakhir telah mengakibatkan puluhan ternak kambing milik warga mati secara mengenaskan. Tercatat sebanyak 43 – 55 ekor kambing menjadi korban serangan, sehingga menimbulkan kerugian besar sekaligus trauma bagi para peternak kecil yang menggantungkan hidupnya dari usaha ternak tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Jajang Jana SHI, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menilai peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat, keberlangsungan usaha peternakan, serta potensi ancaman dari satwa liar yang semakin sering masuk ke kawasan permukiman.

H Jajang Jana meminta kepada dinas-dinas terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya, untuk segera bergerak cepat melakukan penanganan terpadu. Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan terkoordinasi untuk mengidentifikasi jenis hewan buas yang menjadi pelaku, memetakan wilayah rawan, serta menyiapkan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi para peternak di Bungurberes dan Cilebak. Dalam waktu singkat, mereka kehilangan puluhan ekor kambing yang menjadi sumber penghidupan. Ini bukan hanya soal kerugian ekonomi, tetapi juga rasa aman warga yang terganggu. Oleh karena itu, kami mendorong dinas terkait untuk segera turun ke lapangan, melakukan investigasi, dan menyiapkan solusi penanganan jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar H. Jajang Jana, Selasa (13/1/2026).
Selain penanganan teknis di lapangan, ia juga menekankan pentingnya perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban. Bantuan, baik berupa pendampingan, kompensasi, maupun dukungan permodalan untuk memulihkan usaha ternak warga, dinilai sangat diperlukan agar para peternak dapat kembali bangkit.
Lebih lanjut, Komisi II DPRD Kuningan berkomitmen untuk mengawal persoalan ini agar mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait. H. Jajang Jana berharap, dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat, dapat dirumuskan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti penguatan kandang, pengamanan wilayah rawan, hingga edukasi kepada warga mengenai mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.
“Ke depan harus ada solusi yang komprehensif, tidak hanya memadamkan masalah sesaat, tetapi juga mencegah agar teror hewan buas tidak kembali merenggut ternak warga. Pemerintah daerah harus hadir memberikan rasa aman, perlindungan, dan keberpihakan kepada para peternak,” pungkasnya. (eki)










