KUNINGAN (MASS) – Pondok Pesantren Majma Al-Bahrain Desa Karoya Kecamatan Cipicung baru saja menggelar puncak kegiatan Khotmil Qur’an angkatan Ke-VII, Sabtu (31/1/2026) malam.
Puncak acara Khotmil Qur’an bagi para santri ini diisi dengan ceramah dari Mubaligh KH Masum Abdullah S PdI. Meski sempat hujan, acara puncak nampak tetap ramai dihadiri para santri, wali santri, warga dan jemaah.
Selain diisi dengan ceramah, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai kegiatan sejak beberapa hari ke belakang, mulai dari Khataman membaca Al Quran, Milad Ya Wakil, Pawai Obor, Kreasi Santri, hingga acara puncak.

Pimpinan Pondok Majma Al Bahrain, Kyai Uri Masyhuri, mengatakan bahwa khotmil quran ini merupakan agenda rutin tahunan, dan tahun ini merupakan yang ke -7 kali.
Ada 21 santri yang ikut prosesi Khotmil Quran. Mereka yang ikut prosesi ini, ternyata masuk dalam beberapa kategori. Ada yang khatam bi nadhor, juga tahfidz 3 juz (juz 28, 29, 30 serta surat-surat yang umum dibaca seperti Yasiin dan Ar Rahman.
Dijelaskan Kyai Uri Masyhuri, apa yang disebut khotmil quran bi nadhor ini adalah tuntasnya belajar membaca Al Quran metodemushafahah, berdialog murid ke guru. Dimana, cara baca yang diajarkan sang guru, sanad bacaan Al Qurannya bersambung sampai nabi.
“Mungkin tajwidnya gak ngerti, tapi (cara) bacanya (Al Qurannya) mujawwad, udah baik,” terangnya.

Pembelajaran yang diterima para santri yang notabene masih anak tingkat SD itu, lanjutnya, untuk Khotmil Quran Juz Amma saja bisa butuh waktu 1 tahun. Untuk khotmil quran bi nadhor normalnya 4 tahun, meskipun bisa saja hanya 2,5 tahun jika sang santri yang masih bermalam di rumah masing-masing itu, ulet dan rajin.
“Acara Khotmil Qiran ini motivasi bagi anak orang tua (agar belajarnya lebih) rajin lagi,” jelasnya.
Diamini Kyai Uri, apa yang sudah dicapai para santri cilik ini tentu tidak mudah. Mereka hanya bertemu guru sekitar 1 jam di pondok, tapi 23 jam-nya lebih lama di lingkungan pergaulan umum.
Karenanya, Kyai Uri juga terlihat sumringah menceritakan para santri yang notabene kelas 5 SD, sudah bisa menghafal 3 juz.
Di akhir, Kyai Uri juga mengatakan bahwa khotmil quran ini biasanya digelar di bulan Rajab – Syaban. Pasca khotmil quran, selain ngaji biasa, dijadwalkan pula “pasaran” kitab kuning di bulan Ramadhan. (eki)







