KUNINGAN (MASS) – Siswa SMK Muhammadiyah, SMK Karnas dan SMKN 3 Kuningan yang harusnya pulang ke rumah, justru dilaporkan masuk IGD RS Sekar Kamulyan pada Selasa (27/1/2026) kemarin.
Usut punya usut, salah satu dari para korban itu, seolah diincar rombongan pelajar lain. Saat mengendarai motor, tangannya ditarik, gasnya naik, hingga terlibat kecelakaan dengan siswa dari sekolah lain di sekitar Tugu Selamat Datang Kuningan, Cigadung.
Tidak hanya kecelakaan, pelajar SMK Muhammadiyah itu bahkan ditendang kepalanya. Alhasil, selain motor rusak, ia juga mengalami luka. Rombongan pelajar yang melakukan kekerasan itu, menggunakan 3 kendaraan motor, bonceng 3 semua.
Atas hal tersebut, keluarga korban pelajar SMK Muhammadiyah, M Dzikri, menyatakan keberatan dan mengungkapkan kemarahan. Apalagi, kasus ini diklaimnya bukan sekali.
“Kami tidak terima keluarga kami jadi korban kemerasan berulang. Ini bukan kenakalan remaja lagi, tapi penganiayaan,” tegas Dzikri, Selasa (27/1/2026).
Kejadian itu juga dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia mendesak PPA, pihak sekolah, serta Dinas Pendidikan tidak tutup mata atas perilaku kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan.
Apalagi, kata Dzikri, salah satu dari rombongan pelajar itu sudah diketahui. Identitasnya sudah dikantongi. Keluarga ingin ada efek jera.
Guru SMK Karnas, Adis, kala dikonfirmasi hal tersebut, membenarkan hal itu. Ia mengaku sudah mendapat laporan dari Kaprog, dan segera proses.
Rencananya, hari ini, Rabu (28/1/2026), berbagai pihak yang terlibat, baik dari pelaku maupun korban, termasuk keluarga dan pihak sekolah, dimediasi Polsek Cigugur. (eki)







