Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Iman Priatna Rahman, Pembelajar dan Pemberdaya Kuningan. (dok Iman)

Netizen Mass

Puasa Ramadan dan Restorasi Moral, Ikhtiar Reflektif Menghilangkan Budaya Koruptif

Yuk berefleksi mumpung Ramadan !!!

KUNINGAN (MASS) – Satu sore di sebuah kantor pemerintahan. Tepat di bulan Ramadan. Langit perlahan meredup. Azan hampir mengudara. Seorang pejabat menatap berkas terakhir sebelum berbuka. Sejak fajar ia menahan lapar. Tenggorokannya kering. Kepalanya sedikit pening. Ia menghitung menit menuju magrib.

Di mejanya ada dua hal. Dokumen persetujuan proyek. Dan sebuah pesan singkat yang menjanjikan kompensasi jika tanda tangan dipercepat. Ia berpuasa. Tetapi apakah ia benar benar sedang belajar menahan diri.

Azan berkumandang. Air diteguk, ia berbuka. Namun keputusan moralnya telah dibuat lebih dulu. Di situlah “PR” besar itu lahir. Jika puasa adalah latihan menahan diri, mengapa di kabupaten yang penuh orang berpuasa, tangan masih mudah mengambil yang bukan haknya.

Restorasi Moral

Semenjak hadir. Islam datang bukan sebagai kumpulan ritual. Ia adalah restorator moral. Memperbaiki   akhlak umat manusia. Ia mengguncang struktur ketidakadilan di Makkah. Ia menantang penumpukan harta oleh elite. Ia membela hamba sahaya. Ia lantang mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa.

Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum. Puasa adalah sekolah integritas. Ia melatih manusia menahan diri dari yang halal agar punya daya tangkal mengambil yang haram. Ia melatih empati agar yang kaya merasakan lapar orang miskin. Ia melatih kejujuran agar yang berkuasa tidak tergoda menyalahgunakan wewenang. Restorasi peradaban manusia dari kegelapan menuju cahaya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Puasa sejatinya adalah latihan berkata tidak. Tidak pada nafsu. Tidak pada keserakahan. Tidak pada peluang menyimpang.

Namun jejak sejarah menemukan fakta, dimana pesan besar itu jadi mengerdil. Agama yang lahir sebagai visi moral sosial perlahan direduksi menjadi kepatuhan formal. Yang dinilai adalah sah atau tidak sah. Yang dihitung adalah jumlah ritualnya, bukan dampaknya. Puasa dianggap selesai saat magrib tiba, bukan saat keserakahan berhasil ditundukkan. Alhasil, ritual tetap hidup. Integritas publik melemah.

Agar di negara atau entitas sosial yang masyarakat dan pejabat pemerintahannya sering berpuasa sebulan penuh, korupsi dan penyimpangan moralnya bisa ditekan atau dinihilkan, maka ;

  1. PUASA harus membentuk watak Disiplin Moral

Bila kita sanggup menahan lapar, kita harusnya mampu menahan tamak. Bila kita mampu menahan haus, seharusnya juga sanggup menahan ambisi kekuasaan. Bukankah pada hakekatnya puasa itu cara membangun karakter yang tetap teguh ketika tidak ada yang melihat.

Jangan sampai setelah ramadan lewat praktik mark up proyek, jual beli izin, dan transaksi kekuasaan tetap berjalan, itu berarti yang berubah hanya jadwal makan, bukan struktur keinginan.

Nabi SAW mengingatkan bahwa betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Peringatan itu terasa sangat relevan di ruang rapat dan meja anggaran.

  • SPIRITUALITAS yang menguatkan Integritas

Puasa harusnya menaikan kadar spiritualitas diri. Rangkaian ibadahnya membentuk watak positif seseorang. Nilai-nilai Islam harus mampu membentuk karakter jujur, profesional, responsibel dan akuntabel. Setiap peribadatan vertikal dan horizontal meningkatkan integritas dan kapabilitasnya.

Jangan sampai spiritualitas hanya menjadi identitas simbolik. Dimana kesalehan publik hanya dinilai dari ritual yang terlihat. Rajin berpuasa, rajin beribadah, aktif dalam seremoni keagamaan. Tetapi transparansi anggaran dan integritas jabatan jarang menjadi ukuran spiritualitas.

Terkecoh idiom sesat; Korupsi tidak selalu memalukan. Yang memalukan justru tertangkap. Atau bagaimana bisa leluasa korupsi tanpa tertangkap itu menjadi sejenis kebanggaan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jangan sampai agama hanya menjadi simbol keanggotaan, bukan standar akuntabilitas, ritual tetap ramai tetapi etika publik kehilangan daya koreksinya.

Saatnya kesejahteraan batin membentuk watak kuat yang produktif. Hidup maslahat dan barokah.

  • Kesalehan Individu mewarnai Sistem Kekuasaan

Orang-orang soleh yang direstorasi ramadan harus segera menyatu. Bersinergi dan berkolaborasi. Naikan kualitas misi turunkan ego. Bahu membahu bekerja sama. Secara efektif, efisien dan produktif. Karena semua faham bahwa al haq terlalu mudah dipercundangi oleh kebatilan yang terorganisir.

Singkirkan ironi; Puasa membentuk hati. Tetapi negara membentuk aturan main. Jika aturan main memberi ruang manipulasi dan permisif pada pelanggaran, maka nurani dipaksa bertarung sendirian. Al hasil; politik menguat, nurani mengerontang.

Yang terjadi; biaya politik tinggi. Pembiayaan kampanye tidak transparan. Jaringan patronase membentuk loyalitas. Kekuasaan menjadi alat distribusi rente. Regulasi dapat dibelokkan. Pengawasan bisa dinegosiasikan.

Dalam sistem seperti itu, korupsi bukan sekadar penyimpangan moral. Ia menjadi bagian dari desain kekuasaan. Integritas menjadi mahal. Penyimpangan menjadi rasional. Ramadan harus merestorasi keadaan, kekuasaan harus segera pulih sehatkan. Agar kekuasaan memberi dampak pada keberkahan.

Refleksi Realitas menuju Kuningan Baru

  • Jika kita mampu menahan diri dari seteguk air di siang hari karena keyakinan bahwa Tuhan melihat, mengapa kita tidak menahan diri dari mengambil yang bukan hak kita ketika manusia tidak melihat.  Puasa mengajarkan kita menahan diri dari yang halal agar kita tidak mudah mengambil yang haram.
  • Mungkin yang perlu direnungkan bukan berapa kali kita khatam membaca Qur’an, tetapi berapa banyak godaan yang berhasil kita tolak ketika tidak ada saksi. Bukan berapa panjang doa kita, tetapi seberapa jujur tanda tangan kita. Bukan seberapa keras kita berbicara tentang moralitas, tetapi seberapa teguh kita berkata tidak pada peluang menyimpang.
  • Dalam ajaran Islam, puasa bukan sekadar kewajiban tahunan. Ia adalah proses pembentukan manusia yang sanggup menghadirkan keadilan dalam sistem sosial. Jika ritual meningkat tetapi korupsi tetap tinggi, maka yang hilang adalah internalisasi visi moral tersebut.
  • Puasa tidak hanya menguji daya tahan lapar kita. Ia menguji apakah kita sanggup menahan tak mengambil yang bukan hak, ketika kekuasaan memberi peluang. Dan mungkin, di antara azan dan tanda tangan sebuah proyek, di situlah terlihat apakah puasa benar benar membentuk karakter bangsa, karakter Kuningan ke depan atau hanya menghiasi kalender.
  • Transformasi karakter bangsa menuntut perpaduan antara kesalehan personal dan reformasi birokrasi. Hanya saat rasa takut kepada Allah SWT bersenyawa dengan ketegasan hukum dan tata kelola kelembagaan, puasa benar-benar menjadi perisai yang melumpuhkan tangan-tangan serakah di ruang kekuasaan.
  • Reformasi moral harus berjalan bersama reformasi institusi. Karena moralitas tanpa sistem akan rapuh. Sistem tanpa moralitas akan dingin dan tak punya jiwa.

Wallahu ‘alam bish shawab

Oleh: Iman Priatna Rahman
(Pembelajar & Pemberdaya Kuningan)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana hingga kini belum memberikan keterangan ketika dimintai pendapat mengenai layak atau tidak layaknya menu...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Eskalasi di negara-negara Timur Tengah saat ini sangat tinggi, buntut pecahnya konflik Negara Iran Vs Israel yang juga didukung penuh oleh...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Melalui program Husnul Khotimah Peduli, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan menyalurkan sebanyak 268 bingkisan kepada para guru ngaji yang tersebar di desa penyangga pondok...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi pemuda asal Kuningan yang mengemban ilmu di Timur tengah dan tak asing dengan adanya perang, bom dan suara tembakan....

Headline

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak pernah mengancam masyarakat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait unggahan menu Program...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Wilayah Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, pada Kamis (6/3/2026) kemarin mengalami fenomena cuaca yang mengejutkan, yaitu hujan es. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi,...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Safari Ramadan Tim V Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Syiarul Islam, Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kamis...

Regional

CIREBON (MASS) – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Cirebon menggelar kegiatan berbagi takjil gratis...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Wahyu Hidayah, mengungkapkan perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel dan sekutunya akan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyoroti masalah pengelolaan sampah di Desa Pangkalan, Kecamatan Ciawigebang yang dinilai belum optimal. Dalam kunjungannya pada...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Warga Kabupaten Kuningan, berdasarkan data, rata-rata lama sekolah (RLS) nya hanya di anngka 7,91 tahun atau setara kelas 2 (atau kelas...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Menu MBG yang terlihat pada gambar memperlihatkan sajian yang sangat sederhana dari salah satu dapur di Kecamatan Darma yang berlokasi di...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Bagas Fuadi, seorang pemuda asal Kuningan, berbagi kisahnya sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di Hadramaut, Yaman. Selama lebih dari empat tahun...

Nasional

BANDUNG (MASS) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran mendampingi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Jawa Barat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Sebagai langkah awal, di Kecamatan Ciawigebang telah dipilih Desa Pangkalan untuk pelaksanaan GPM tahun ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan gejolak perang global, terutama yang terjadi antara Iran dan Israel, telah berdampak signifikan terhadap stabilitas...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan bersama tim gabungan yang melibatkan BNN, Polres, Dinkes,...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, tepatnya hari ke-15, harga bahan pokok terutama daging masih terpantau tinggi. “Harga daging terpantau masih tinggi,” kata...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Angin kencang serta hujan deras di wilayah kabupaten Kuningan, pada Rabu (4/3/2026) siang ini sekitar pukul 14.30 WIB, mengakibatkan beberapa pohon...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, dikejutkan dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Dijual/Dikontrakan Hubungi: BUMDes” di pintu Kantor Desa Windujanten, Selasa...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Pecahnya konflik Iran, dimana AS-Israel menyerang Teheran hingga pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khomaeni gugur, menyebabkan eskalasi hingga potensi perang berkepanjangan....

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Situasi gejolak perang antara Iran dan Israel serta sekutunya semakin memanas dan berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi global, termasuk pasar Indonesia....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Ramadhan adalah bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal meningkatkan etos...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Kebaruan konsep kegiatan tahunan Gema Ramadan Feast 6.0 akan kembali digelar di Desa Cijagamulya, Kecamatan Ciawigebang dengan rangkaian lintas alam. Acara...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Pertandingan lanjutan BRI Super League pekan ke-24 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, yang digelar di Gelora Bung Tomo Stadium pada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati milangkala ke-10 (satu dekade), Kuninganmass menggelar lomba foto Menu MBG (Makan Bergizi Gratis) yang terbuka bagi seluruh warga...