KUNINGAN (MASS) – Lapangan mini soccer baru di Pondok Pesantren Husnul Khotimah 2 (HK2) Kuningan resmi yg digunakan. Fasilitas olahraga tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang bagi santri untuk berolahraga, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar pesantren membentuk generasi yang sehat, berkarakter, percaya diri, dan berprestasi.
Peresmian berlangsung pada Rabu (30/9/2026) di area Lapangan Mini Soccer HK2. Kegiatan dihadiri keluarga besar Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, Asatidz Pontren HK2 serta Santri HK2 dan diisi dengan rangkaian seremoni peresmian serta pertandingan persahabatan.
Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, K.H. Mu’tamad, Lc., M.Pd., Al Hafizh, bersama Ketua Pengawas Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, K.H. Jajang Aisyul Muzakki, Lc., M.Pd., anggota Dewan Pembina KH. Kosasih Toyib, Lc., M. H. turut hadir dalam prosesi peresmian.
Kepala Divisi Sarana dan Bangunan HK2, Ustadz H. Supriyadi, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan lapangan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan di Tahun 2026.
Lapangan berukuran 20 × 42 meter itu menggunakan rumput premium. Menurut Supriyadi, masih terdapat tambahan lahan yang memungkinkan ukuran lapangan dikembangkan pada masa mendatang.
“Ukuran mini soccer ini 20 × 42 meter. Ada tambahan lahan baru, mudah-mudahan nanti bisa dilebarkan,” ujarnya.
Supriyadi mengingatkan bahwa fasilitas tersebut merupakan amanah yang harus dirawat bersama. Terlebih, fasilitas olahraga itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sivitas pesantren dalam jangka panjang.
“Karena ini wakaf, mohon dijaga, dirawat, dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia juga mengajak keluarga besar HK2 untuk melihat fasilitas tersebut sebagai nikmat yang patut disyukuri. Rasa syukur, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kepedulian dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas.
Ke depan, pengembangan sarana olahraga di HK2 juga diharapkan terus berlanjut. Salah satu harapan yang disampaikan adalah tersedianya fasilitas kolam renang.
Merawat Nikmat Sehat
K.H. Mu’tamad menegaskan bahwa tersedianya lapangan mini soccer merupakan salah satu nikmat yang patut disyukuri. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran santri.
“Alhamdulillah Allah beri nikmat pada kita. Mudah-mudahan fasilitas ini bagian dari merawat nikmat sehat,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan lapangan dapat membuat santri semakin betah berada di lingkungan pesantren sekaligus meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti aktivitas pendidikan.

Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan membuka ruang bagi lahirnya prestasi olahraga dari kalangan santri HK2. K.H. Mu’tamad berharap tim mini soccer HK2 suatu saat mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
Harapan tersebut berjalan beriringan dengan pesan agar fasilitas yang telah tersedia tidak disia-siakan. Seluruh warga pesantren diminta ikut menjaga kebersihan dan kondisi lapangan.
Olahraga dalam Bingkai Dakwah
Di hadapan keluarga besar HK2, K.H. Mu’tamad juga mengingatkan bahwa aktivitas olahraga di pesantren tidak berdiri sendiri. Sebagai lembaga pendidikan yang membawa misi dakwah, setiap aktivitas santri perlu tetap mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan pesantren.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga adab dan pakaian ketika berolahraga. Ia mengapresiasi arahan Mudir Ma’had HK2, K.H. Fauzi Muhammad Ali, Lc., agar santri yang bermain sepak bola tetap menggunakan pakaian yang sesuai dengan ketentuan syariat, termasuk celana yang menutup aurat.
Menurutnya, santri juga perlu memiliki mental juara dan tidak minder ketika berkompetisi. Prestasi olahraga dapat menjadi salah satu jalan untuk menunjukkan kualitas santri sekaligus membawa nilai-nilai positif dari pesantren.
Dengan demikian, lapangan mini soccer tidak hanya dipandang sebagai tempat bermain sepak bola. Ia menjadi bagian dari ruang pendidikan karakter, tempat santri belajar menjaga kebugaran, membangun kerja sama, berkompetisi secara sehat, berani berprestasi, sekaligus tetap membawa identitas sebagai santri.
Diharapkan Menguatkan Pembinaan Santri
Peresmian secara simbolis dilakukan oleh K.H. Jajang Aisyul Muzakki bersama K.H. Mu’tamad dengan menendang bola bergantian. Setelah itu, rangkaian seremoni ditutup dengan doa yang dipimpin Anggota Dewan Pembina, K.H. Kosasih Toyib.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan ramah tamah dan fun match atau pertandingan persahabatan sivitas HK2.
Momentum peresmian tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar HK2 memperkuat lingkungan pendidikan yang seimbang. Pembinaan santri tidak hanya berlangsung melalui ruang kelas dan kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui aktivitas fisik dan olahraga.
Di penghujung sambutannya, K.H. Mu’tamad mengajak keluarga besar HK2 mendoakan kelancaran proses Penerimaan Santri Baru (PSB) yang tengah berlangsung.
Ia berharap Allah memudahkan proses tersebut, menggerakkan hati calon santri dan calon wali santri untuk belajar di Husnul Khotimah, serta memberikan kesempatan kepada pesantren untuk menjaring santri-santri terbaik.
Lapangan mini soccer yang kini menjadi bagian dari fasilitas HK2 diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi para santri: sehat secara fisik, kuat dalam karakter, percaya diri dalam berkompetisi, dan tetap menjadikan nilai-nilai dakwah sebagai pijakan dalam setiap aktivitasnya. (deden/AB)
