Banyak Hal Positif, Usulkan Pemilihan Ketua OSIS Serentak

KUNINGAN (MASS) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan mengusulkan Pemilihan Ketua OSIS (Pilkatos) di Kabupaten Kuningan digelar secara serentak. Hal ini dalam rangka mempertegas penanaman nilai-nilai demokrasi, terutama kepada calon pemilih pemula di lingkungan sekolah.

Penerapan model Pilkatos serentak ini diyakini akan mendongkrak partisipasi politik kalangan terpelajar dalam ajang kontestasi Pemilu, Pilkada maupun Pilkades di masa mendatang.

“Saya berpendapat Pilkatos serentak sangat efektif menerapkan model pembelajaran yang konstruktif. Sebab sangat selaras dengan metode pembelajaran learning by doing,” ujar Ketua KPU Asep Fauzi, kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Dikatakan, peserta didik tidak hanya mendalami teori demokrasi tetapi juga diberi kesempatan mempraktekan secara langsung di lapangan.

“Agar berjalan efektif harus ada political will dan good will dari pemangku kebijakan, baik di level pemerintah daerah, dinas pendidikan maupun di tingkat satuan pendidikan. Para pihak tersebut harus konsolidasi dari sekarang,” tambahnya.

Asep mengaku, pemilihan ketua OSIS di tingkat SLTP dan SLTA selama ini sudah rutin digelar. Anggarannya pun sudah tersedia dari BOS atau Komite Sekolah.

Namun teknis penyelenggaraannya masih bergantung pada kreatifitas pembina dan pengurus OSIS-nya. Jika Pemkab mendorong Pilkatos serentak dengan serius, pihaknya yakin akan lebih menarik.

Lebih lanjut pria yang dipanggal Asfa itu mengatakan, syaratnya serentakkan jadwalnya, bakukan di dalam Kalender Akademi. Lalu benahi perangkat atau aturan pemilihannya.

“Jangan sampai di kalender akademik hanya muncul jadwal PPDB, UTS, UAS, USBN, UN, PHBN, PHBI,” tandasnya.

Pilkatos serentak ini bisa jadi bukti paling autentik mengukur tingkat kesungguhan pemerintah, dinas terkait dan satuan pendidikan dalam mendorong civic education untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Kuningan.

“Saya meyakini jika Pilkatos serentak digelar akan menjadi wahana wisata politik sekaligus menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang sangat efektif bagi puluhan ribu pelajar di Kabupaten Kuningan.

Nanti bisa dibuktikan, output dari penyelenggaran Pilkatos serentak sangat relevan dengan visi Kuningan MAJU. Asep optimis jika pemerintah daerah serius mendorong Pilkatos serentak akan membantu mempercepat terwujudnya masyarakat Kuningan yang mandiri dan pinunjul, terutama di bidang demokrasi.

Terlebih, atmosfir demokrasi di negeri ini perlu perhatian serius karena akhir-akhir ini cenderung kurang sehat, akibat masih merebaknya penyakit hoax, ujaran kebencian, politisasi sara sampai politik uang.

Secara teknis sistem Pilkatos serentak dapat mengadopsi sistem Pilkada serentak maupun Pilkades serentak. Namun karena target pokoknya adalah pendidikan politik maka harus ada penyederhanaan.

Tahapan intinya antara lain pembentukan badan penyelenggara, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, pendaftaran dan penetapan calon ketua.

Ada juga tahapan kampanye, pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara, penetapan calon terpilih sampai pelantikan ketua baru.

“Alhasil, ke depannya akan lahir kader-kader yang akan muncul sebagai pioneer demokrasi di Kabupaten Kuningan,” tandas mantan guru SMK Auto Matsuda itu.

Pada saatnya nanti mereka sudah siap diterjunkan sebagai penyelenggara dan pengawas dalam Pemilu, Pilkada, dan Pilkades. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang tampil sebagai kontestan.

“Karena itu KPU Kuningan siap all out membantu mewujudkan Pilkatos serental di Kabupaten Kuningan,” ujar Asfa mengakhiri.(agus).

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com