KUNINGAN (MASS) – Polemik yang terjadi di tubuh HMKI, yang pertama kali dikemukakan cabang IPPMK Jadetabek, turut juga dikomentari salah satu anak cabang lainnya dari HMKTR (Tasik). Tepatnya Ketua Keluarga Mahasiswa (Kamusku) Unsil, Agi Rahaden Ranu.
Dirinya menilai, pihaknya juga harus mulai angkat bicara soal HMKI. Terutama, HMKI merupakan organisasi resmi menaungi mahasiswa Kuningan yang ada di seluruh Indonesia.
“Setelah saya membaca statement dari Ketua IPPMK Jadetabek. Menurut saya, itu merupakan suatu keadaan yang saat ini memang terjadi. Dengan munculnya Statement dari Aryadi, dapat diartikan ini sebagai sebuah gejala, bahwa keadaan HMKI saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada kuninganmass.com, Sabtu (15/5/2021) siang.
Apa yang dirasakan cabang IPPMK Jadetabek, menurut Agi, juga dirasakan oleh pihak Kamusku sebagai wadah mahasiswa asal Kuningan yang berada di Unsil, Tasikmalaya.
“Bahwa dikatakan tidak dirasakan kebermanfaatannya bantuan dari HMKI sebagai sebuah organisasi yang menaungi kami, bagi saya itu memang benar adanya,” ucapnya lugas.
Dirinya meyakini, HMKI menerima kucuran dana yang tidak sedikit. Menurutnya, tentu tujuanya adalah untuk menunjang kegiatan cabang dari HMKI tersendiri. Dan dirinya mengaku, tidak merasakan manfaat dan perubahannya.
“Bahkan mungkin cabang-cabang yang lain pun turut merasakannya,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, menyikapi statement dari Ketua HMKI Ramdan, Menurut Agi jika dikatakan yang ditudingkan IPPMK tidak sesuai dengan fakta dan data, maka segeralah dibuktikan di forum resmi dengan melibatkan cabang-cabang yang ada.
“Buktikan bahwa memang apa yang ditudingkan itu tidak sesuai fakta dan data sekaligus selesaikan saja kepengurusan Ketua Ramdan ini,” ungkapnya.
Dengan adanya polemik ini, dirinya juga ikut menuntut agar segera diadakan Mubes sebelum tanggal 18 Mei 2021.
Agi mengancam, jika tidak ditindaklanjuti akan menggelar opsi Musyawarah Luar Biasa, Muslub. (eki)
