Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Anything

Pertamini Tanpa Uji Tera, Siapa yang Rugi?

KUNINGAN (Mass)- Menjamurnya pertamini bagi warga bagai dua sisi mata uang. Disatu sisi membantu, namun disisi lain juga bisa merugikan. Kok bisa seperti itu?

Kadisperindag Drs Agus Sadedli MPd melalui Kabid Perdagang Erwin Irawan SE menerangkan, alat yang digunakan dalam pertamini tidak memenuhi standar takaran. Kalau sudah seperti ini banyak yang akan dirugikan baik penjual maupun konsumen.

Dengan tidak adanya uji tera, maka penjual tidak akan mengetahui bahwa bahan bakar yang dijual itu takaranya sudah tepat 1 liter atau malah lebih. Kalau lebih mereka pasti akan mengalami kerugian.

Sementara kalau kurang, konsumen yang akan mengalami kerugian. Dalam kasus ini tidak ada perlindungan kepada konsumen dan juga pelaku usaha.

“Memang ada batas toleransi yang ditetapkan oleh Badan Metrologi kepada pemilik SPBU ketika dilakukann  tera ulang. Sedangkan pada pertamini tidak ada.  Maka Di sini fungsinya ada proses tera,” jelas Erwin kepada kuninganmasss.com Selasa (7/2/2017).

Bukan hanya masalah tidak ada uji tera, masalah penanaman tanki juga menjadi permasalahan. Sebab, proses pemasangnya asal-asalan ketika ada yang melempar puntung rokok maka akan terjadi kebakaran.

Meski usaha pertamini ilegal, namun pihakanya tidak akan melarang hak orang berusaha. Saat ini pihak pertamina tengah menyusun regulasi yang jelas. Hal ini untuk melindungi penjual dan juga konsumen.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari pantauan kuninganmass.com  usaha ini dilirik karena menjanjikan. Dengan  modal Rp7 juta sudah berdiri pertamini yang penggunaan mesinnya  secara manual. Namun  yang digital harganya lebih mahal yakni Rp17 juta. (agus)

 

 

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement