KUNINGAN (MASS) – Bulan Sya’ban sudah dipenghujung, bulan yang mulia pun akan segera datang yaitu bulan Suci Ramadahan. Perlu adanya persiapan menyambut datang nya bulan mulia tersebut. Salah satu yang perlu kita persiapkan adalah Muhasabah Diri (Intropeksi Diri) agar ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan bisa sesempurna mungkin.
Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syar’i, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. Baik hal tersebut adalah bersifat vertikal, hubungan manusia hamba dengan Allah. Maupun secara hubungan horisontal, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya dalam kehidupan sosial. Ia merupakan salah satu sarana yang dapat mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah swt.
Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).
Muhasabah (instropeksi diri) berarti introspeksi akan dirinya sendiri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu akan dirinya sendiri dan manusia beruntung akan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir di akhirat yang pasti adanya.
Dengan melaksanakan muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam dan harinya serta keseluruhan jatah umur kehidupannya di dunia dengan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Allah Ta’ala. Dengan melakukan penuh akan perhitungan baik itu dalam hal amal ibadah yang wajib dan sunnah. Serta juga muhasabah terhadap amalan sholeh amalan kebaikan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat secara sosial dan kehidupannya sebagai seorang hamba kepada Allah Sang Khalik.
Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR. Ibnu Majah & Nasa’i)
Bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, Ramadhan menawarkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Agar dapat memaksimalkan manfaat dari bulan suci ini, diperlukan persiapan diri menyambut bulan Ramadhan yang matang dan terencana. Dengan persiapan yang baik, kita dapat menjalani ibadah puasa dan amalan lainnya dengan lebih khusyuk dan optimal.
Memperkuat Niat dan Tekad
Langkah pertama dalam persiapan diri menyambut bulan Ramadhan adalah memperkuat niat dan tekad untuk beribadah dengan sungguh-sungguh. Niat yang tulus akan menjadi pendorong utama dalam menjalankan berbagai amalan selama Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” Dengan niat yang ikhlas, setiap ibadah yang dilakukan akan bernilai di sisi Allah SWT.
Selain itu, penting bagi kita untuk menetapkan tujuan yang ingin dicapai selama Ramadhan. Apakah itu meningkatkan frekuensi membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, atau meningkatkan kualitas puasa. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kita dapat lebih fokus dan termotivasi dalam menjalankan ibadah. Hal ini sejalan dengan anjuran untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum memasuki bulan suci.
Tak lupa, berdoa memohon kekuatan dan keistiqomahan kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk menjalankan ibadah dengan baik. Doa adalah senjata bagi orang beriman, dan dengan berdoa, kita menunjukkan ketergantungan kita kepada Sang Pencipta. Sebagaimana para sahabat Nabi dahulu berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan bulan yang mulia ini.
Meningkatkan Kualitas Ibadah Harian
Persiapan diri menyambut bulan Ramadhan selanjutnya adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah harian. Mulailah membiasakan diri dengan amalan-amalan sunnah seperti shalat dhuha, qiyamul lail, dan membaca Al-Qur’an secara rutin. Kebiasaan ini akan membantu kita lebih siap dalam menghadapi intensitas ibadah di bulan Ramadhan.
Membiasakan diri berpuasa sunnah, terutama di bulan Sya’ban, juga merupakan langkah yang dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. Hal ini akan membantu tubuh kita beradaptasi dengan kondisi berpuasa sehingga saat Ramadhan tiba, kita sudah lebih siap secara fisik dan mental.
Selain itu, perbanyaklah dzikir dan doa dalam keseharian. Dengan mengingat Allah secara kontinu, hati kita akan menjadi lebih tenang dan siap untuk menerima berbagai keutamaan di bulan Ramadhan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Kesehatan fisik dan mental adalah aspek penting dalam persiapan diri menyambut bulan Ramadhan. Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang sebelum Ramadhan akan membantu tubuh kita lebih siap untuk menjalani puasa. Hindari makanan yang berlebihan dan mulailah mengatur waktu makan agar tubuh tidak kaget dengan perubahan jadwal saat Ramadhan.
Olahraga ringan secara rutin juga dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya dengan lebih optimal. Selain itu, pastikan untuk mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuh memiliki energi yang diperlukan selama berpuasa.
Secara mental, latihlah diri untuk bersabar dan mengendalikan emosi. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari amarah dan perilaku negatif lainnya. Dengan melatih kesabaran sejak sebelum Ramadhan, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan selama bulan puasa.
Mendalami Ilmu Agama
Pemahaman yang baik tentang hukum-hukum puasa dan amalan di bulan Ramadhan sangat penting dalam persiapan diri menyambut bulan Ramadhan. Mempelajari fiqh puasa, seperti hal-hal yang membatalkan puasa, sunnah-sunnah puasa, dan adab-adabnya, akan membantu kita menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai tuntunan.
Oleh: Asep Kamaludin S IP, Ketua Forum Kesra Kecamatan Kuningan.







