KUNINGAN (MASS) – Penumpukan sampah terjadi di samping jalan Provinsi yang termasuk kawasan Desa Karangmanggu, Kecamatan Kramatmulya. Beberapa hari terakhir, tumpukan sampah ini semakin mengganggu, terutama di jalan provinsi dan beberapa jalan desa lainnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini, salah satu Kepala RT setempat menjelaskan pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak desa. Sampah diangkut sekali dalam seminggu, yaitu setiap hari Sabtu.
“Kalau sampah disini si kita ada yang ngelola dari desa, biasanya diangkut seminggu sekali pas hari Sabtu aja,” ujar Suparman kepala RT/5 RW/6 saat ditemui Jum’at (9/1/2026)
Akibat pengangkutan yang hanya dilakukan seminggu sekali, sampah yang menumpuk seringkali mengeluarkan bau tidak sedap. Para pengguna jalan yang melintas pun merasa terganggu dengan pemandangan dan kekotoran yang timbul.
Suparman menjelaskan setiap rumah yang sampah nya diambil itu dikenakan biaya mingguan sebesar Rp 3.000 untuk sekali pengangkutan. Jika dihitung selama sebulan, biaya yang harus dibayar mencapai Rp 12.000 rupiah.
“Disini kita bayar Rp. 3.000 rupiah per rumahnya yang memang sampahnya diambil aja,” tambahnya.
Menyikapi masalah ini Suparman juga menyebutkan kaitan dengan adanya rencana untuk mendirikan bank sampah di desa. Dengan adanya bank sampah, warga bisa menabung sampah daur ulang dan mendapatkan manfaat dari pengelolaan tersebut.
“Nanti bakal ada bank sampah juga sih disini, jadi nanti tiap rumah bisa nabung sampah juga,” pungkasnya. (raqib)










