KUNINGAN (MASS) – Gelombang aksi protes yang merebak di berbagai daerah terus berlanjut. Sudah enam hari terakhir, seruan aksi dari mahasiswa dan masyarakat tidak kunjung surut. Hampir di setiap provinsi hingga kabupaten, massa turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka.
Di Kabupaten Kuningan, aksi pertama digelar pada Jumat (29/8/2025). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi bersama masyarakat mendatangi Polres Kuningan. Mereka menyatakan kekecewaan atas tindakan aparat kepolisian yang dianggap brutal dalam menghadapi ekspresi masyarakat di sejumlah daerah.
Tidak berhenti di sana, Minggu sekarang (31/8/2025) mahasiswa bersama masyarakat kembali turun ke jalan. Kali ini titik aksi dipusatkan di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Jumlah massa yang hadir lebih besar dibandingkan aksi sebelumnya. Dengan mengusung tagline “Kuningan Melawan – Kepedulian Demokrasi”, mereka menuntut perhatian serius terhadap kondisi kebangsaan.
Aksi yang berlangsung di depan gedung legislatif itu disebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat atas situasi bangsa. Dalam aksinya, para demonstran membawa empat tuntutan utama yang diharapkan bisa segera ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan.
Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Nova Rizky Sugema, turut menyatakan dukungan penuh terhadap aksi tersebut. Ia menegaskan, kebebasan berpendapat dilindungi undang-undang.
“Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menjamin bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk mempunyai, mengeluarkan, dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, baik secara lisan maupun tulisan, melalui media cetak ataupun elektronik dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama,” ujar Nova.
Meski mendukung, Nova juga mengingatkan para peserta aksi untuk tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat yang ikut aksi untuk berhati-hati, menjaga kondusifitas, dan saling mengingatkan. Jangan sampai terbawa provokasi pihak luar yang tidak bertanggung jawab, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.
Nova berharap kehadiran massa di jalanan bisa membuka mata para elit politik. Menurutnya, suara rakyat yang disampaikan lewat aksi damai perlu mendapat ruang dan ditindaklanjuti dengan serius.
“Dengan adanya aksi ini, saya menekan agar para elite politik mau mendengarkan, menemui massa aksi, dan menindaklanjuti tuntutan yang dibawa. Mari kita berjuang dan berdoa, semoga negeri ini dapat pulih kembali,” tutupnya. (argi)
