KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar, menegaskan agar praktik pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) ditindaklanjuti secara serius dan diberikan efek jera. Hal itu disampaikan menyusul setelah ditemukannya aktivitas ilegal tersebut di kawasan taman nasional.
“Saya mohon ini untuk ditindaklanjuti dan harus diberikan efek jera, karena sudah bertahun-tahun pembalakan, penebang pohon yang saya kira ini dilindungi dan berada di zona inti,” ujar Dian, Jumat (11/1/2026).
Diketahui, pembalakan liar tersebut terjadi di Blok Panjaroma, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan. Aktivitas ilegal itu terungkap saat patroli gabungan Babinsa Koramil 1514/Pancalang bersama polisi hutan (polhut) pada Kamis (8/1/2026) malam.
Saat patroli berlangsung, petugas mendapati beberapa batang kayu jenis sonokeling yang hendak diangkut ke sebuah truk. Namun, para pelaku beserta sopir truk berhasil melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas.
Atas kejadian tersebut, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada petugas patroli dari unsur polisi hutan dan TNI yang telah bertindak tegas dalam upaya penegakan hukum terhadap pembalakan hutan ilegal.
Ia berharap, dengan adanya penindakan yang tegas dan berkelanjutan, praktik pembalakan liar di kawasan TNGC dapat dihentikan secara menyeluruh. Kawasan TNGC sendiri merupakan aset ekologis yang harus dijaga bersama karena memiliki fungsi penting sebagai kawasan konservasi, penyangga kehidupan, serta sumber air bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kejadian penangkapan ini, pembalakan liar di daerah zona inti Gunung Ciremai betul-betul kita kawal supaya tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Dian juga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi melakukan perusakan hutan, khususnya di kawasan lindung dan zona inti TNGC. (didin)









