KUNINGAN (MASS) – Para pemudik yang menggunakan mobil dari Jakarta menuju Kuningan harus merogoh kocek untuk biaya tol dan bahan bakar. Berdasarkan tarif tol yang berlaku pada arus balik Lebaran 2026, estimasi biaya tol dari Ciperna menuju Palimanan, lalu Cikopo dan Jakarta–Cikampek mencapai sekitar Rp175.000 an untuk sekali jalan.
Sementara kebutuhan bensin sangat tergantung pada kapasitas mesin (cc) dan cara mengemudi, namun rata rata pengeluaran bahan bakar diperkirakan sekitar Rp300.000.
Rinciannya menurut peta pengoperasian fasilitas rest area dan tarif tol Trans Jawa pada musim Lebaran ini adalah: ruas Jakarta–Cikampek sebesar Rp27.000, dari Cikopo ke Palimanan sekitar Rp132.000, dan dari Palimanan ke Kanci/lanjutan sekitar Rp13.500. Jika dijumlahkan totalnya mendekati Rp170.500, atau biasa dibulatkan menjadi sekitar Rp170.000–Rp180.000 untuk sekali melintasi rute tol tersebut.
Selain tarif tol, konsumsi bahan bakar menjadi pos pengeluaran besar lain. Besaran pengeluaran bensin sangat bergantung pada jenis mobil, kondisi lalu lintas, dan kebiasaan mengemudi. Untuk mobil keluarga dengan konsumsi rata rata, pengeluaran bensin pulang pergi diperkirakan berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp400.000, terutama jika perjalanan melibatkan banyak tanjakan atau kecepatan yang berubah ubah.
Salah satu pemudik Robby, yang melakukan perjalanan malam dari Jakarta mengungkapkan pengalamannya. Robi berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba di Kuningan sekitar pukul 02.00 WIB. Ia mengatakan pengeluaran bensin untuk perjalanan tersebut sekitar Rp300.000, sedangkan biaya tol sekitar Rp200.000. Dengan demikian, total biaya perjalanan mobil untuk sekali jalan pulang dari Jakarta ke Kuningan menelan kurang lebih Rp500.000.
“Iya berangkat malem jam 9 an, sampe tuh ke Kuningan jam 2 pagi, kalau tol sekitar 200 ribuan kita sebalik, sama bensin sekitar 300 ribuan, tergantung gimana kita ngegasnya,” tututnya kala diwawancara kuninganmass.com Minggu (22/3/2026).
Perjalanan malam kerap dipilih pemudik karena arus lalu lintas cenderung lebih lancar dan waktu tempuh bisa lebih singkat. Robby menyebut kondisi jalan malam itu memang tidak terlalu padat sehingga perjalanan relatif nyaman, meski tetap harus berhati hati menghadapi truk besar dan kerap mengantuk.
“Enak malem kalo bepergian jauh si, kita harus lebih fokus dan penting istirahat yang cukup sebelum berkendara,” pungkasnya. (raqib)













