KUNINGAN (MASS) – Pagi ini, Rabu (4/2/2026) Bupati Kuningan, Dr Dian Rachmat Yanuar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang batu di Desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Pada sidaknya, Bupati Dian turun langsung dan berdialog dengan para pekerja untuk mendengarkan keluhan mereka terkait dampak penutupan tambang terhadap keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Dian menuturkan, sidak yang dilakukannya itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan penutup tambang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur terkait solusi bagi para pekerja tambang.
“Kita menindaklanjuti dari penutupan (tambang) Pak Gubernur. Saya langsung koordinasi dengan beliau bagaimana nasib masyarakat saya. Pak Gubernur memerintahkan saya untuk mendata (pekerja) untuk alih pungsi profesi,” tutur Dian.
Dian menyebutkan, terdapat sekitar 150 orang penambang yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas tambahan tersebut. Area tambang sendiri merupakan lahan milik pribadi dengan luas sekitar 20 hektare.
Menurutnya, aset tambang milik perorangan itu ada kemungkinan akan dibeli oleh Pemerintah Privasi Jawa Barat. “Ada kemungkinan Pak Gubernur kalau tidak salah ingin membeli aset punya perorangan, Nanti saya akan lapor lagi ke beliau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan di lokasi tambang tersebut akan dilakukan penghijauan. Hal itu serupa dengan yang telah dilakukan Gubernur Jabar di wilayah Kecamatan Pasawahan. Dimana nantinya para pekerja tambang akan dialih profesinya menjadi pengelola (merawat) tanaman dan tetap mendapatkan penghasilan (digaji).
“Kayaknya bakal dilakukan penghijauan dan mereka digaji. Keinginan Pak Gubernur seperti itu,” kata Dian.
Diketahui, sebelumnya tambang batu di Desa Cileleuy ditutup oleh Kantor UPT Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah VII. Penutup tersebut dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan maupun pemerintah desa setempat sehingga menimbulkan keresahan di kalangan pekerja. (didin)







