Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Kunjungan Kemenhut RI ke Kuningan.

Pemerintahan

Paguyuban Silihwangi Sebut Kehadiran Kemenhut ke Kuningan Beri Angin Segar Kepastian Hukum Penyadapan Getah Pinus

KUNINGAN (MASS) – Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar menyebut kunjungan Penasehat Utama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Silverius Oscar Unggul,  ke kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pekan lalu,  justru titik balik penting bagi petani hasil hutan bukan kayu (HHBK) getah pinus di zona tradisional wilayah Kuningan dan Majalengka.

Pasalnya, kata Nandar, bagi ratusan kepala keluarga di desa penyangga, kunjungan ini dimaknai sebagai harapan baru,  kehadiran negara untuk memberi kepastian hukum atas mata pencaharian yang telah mereka tekuni secara turun-temurun.

Harapan itu menguat setelah Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Silihwangi Majakuning menerima gelombang aspirasi dari 1.000 petani getah pinus di dua kabupaten, menyusul dinamika dan penolakan yang muncul bertepatan dengan agenda kunjungan Penasehat Utama Kemenhut. Para petani berharap negara memastikan jalur legal yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada konservasi tanpa mematikan ekonomi warga.

Nandar menyambut gembira kedatangan Penasehat Utama Kemenhut karena kementerian terjun langsung ke lapangan untuk meninjau zona tradisional.

“Kami berterima kasih atas pemantauan dan survei lapangan hasil verifikasi. Selama beberapa tahun, tahap demi tahap persyaratan menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) kami tempuh dengan patuh. Kami taat prosedur,” ujarnya, Senin (23/6/2026) kemarin.

Menurut Nandar, kunjungan tersebut meninjau hasil pembaruan data pemohon dan zonasi, sekaligus menguatkan tata kelola konservasi berbasis kolaborasi di Balai TNGC. Petani hutan aktif mendukung konservasi dengan menanam vegetasi endemik dan MPTS, menjaga hutan dari kebakaran, serta memelihara ekosistem secara nyata.

Dikatakannya, Paguyuban Silihwangi Majakuning menjadi simpul komunikasi selama lima tahun terakhir, menghubungkan 28 KTH, kepala desa penyangga, tokoh masyarakat, dan pegiat konservasi di Kuningan-Majalengka. Berserikat dan berkumpul merupakan hak masyarakat yang dijamin undang-undang.

“Kolaborasi kami bertumpu pada tiga pilar: ekologi, ekonomi, dan sosial. Pelestarian berjalan, kesejahteraan warga terjaga,” tegas Nandar.

Rekam jejak 28 KTH, kata Nandar, menunjukkan bahwa petani bukan sekadar pemohon. Dalam dua tahun terakhir, mereka menanam puluhan ribu pohon endemik dan MPTS, terlibat dengan pemerintah desa, TNI–Polri, tokoh budaya dan religi, pengelola kawasan wisata alam penyangga, serta aktif dalam pemeliharaan sekat bakar, patroli terpadu, dan pemadaman karhutla.

Dari sisi prosedural, Paguyuban memastikan seluruh tahapan administratif dan substantif telah dilalui, antara lain :

Advertisement. Scroll to continue reading.

Verifikasi subjek masyarakat penyangga (Maret 2023)

Identifikasi objek zona tradisional kemitraan HHBK (Juni 2023)

Penyampaian berkas ke Dirjen KSDAE (Juni 2025)

Pemaparan draf PKS kepada 28 kepala desa dan ketua KTH (April 2025)

Revisi berkas disertai RPP dan RKT (Juni 2025)

Updating data pemohon dan zona kerja sama di wilayah Majalengka dan Kuningan (Januari 2026)

Selama tahapan itu, respon positif dari pemerintah daerah mengalir kepada Paguyuban Silihwangi Majakuning, termasuk dari Bupati Kuningan Alm Acep Purnama (7 Juli 2023), Pj Bupati Kuningan Rd Iip Hidajat (29 Februari 2024), dan Bupati Majalengka Eman Suherman (26 Juli 2025).

“Saya sangat berterimakasih kepada Kepala Daerah,  selama proses tahapan ini juga mendapat pendampingan dari petugas Balai TNGC, di antaranya Nisa Syachera dan Dr. Rahmat Hidayat, S.Hut., M.Si, beserta petugas lainnya. Kami mitra aktif menjaga hutan, tak hanya HHBK,” pungkas Nandar.

Menanggapi eksistensi Paguyuban para petani getah pinus, pakar hukum konservasi Dadan Taufik F., S.Hut., S.H., M.H., M.Kn menilai kunjungan Penasehat Utama Kemenhut adalah sinyal kuat kehadiran negara bagi masyarakat. Tahapan dan proses menuju finalisasi PKS Kemitraan Konservasi telah ditempuh secara panjang oleh masyarakat, sehingga sangat diharapkan,  fase implementatif segera terwujud.

“Secara hukum dan kelembagaan, kehadiran Kementerian Kehutanan RI memperkuat validitas verifikasi, konfirmasi kesiapan kelembagaan, serta harmonisasi regulasi nasional dengan aspirasi masyarakat lokal,” ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pihaknya kembali menunjukan landasan legal kemitraan konservasi di TNGC berdiri, di atas landasan regulatif yang jelas.

“Maaf, berkali-kali saya ulangi, hak masyarakat di desa penyangga dilindungi negara. Ada Permen LHK P.43/2017 tentang Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Konservasi, Perdirjen KSDAE P.6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi, SK Dirjen KSDAE tentang Zonasi Pengelolaan TNGC, serta UU Nomor 32 Tahun 2024 (perubahan UU 5/1990) yang menegaskan pemanfaatan tradisional dapat dilakukan sepanjang melalui skema kemitraan konservasi,” tegasnya.

Dengan kerangka ini, kemitraan bukan pelanggaran seperti yang dihembuskan sebagian pengamat, melainkan instrumen sah tata kelola konservasi modern yang partisipatif. Kontribusi nyata KTH, mulai dari penanaman hingga perlindungan kawasan, menunjukkan relasi mutual antara konservasi dan kesejahteraan, dua hal yang bisa berdampingan di zona tradisional. Seperti zona pemanfaatan di TNGC telah berjalan baik, termasuk untuk wisata dan pemanfaatan air. Perlakuan yang sama harus diberikan kepada Zona Tradisional.

“Konservasi modern tidak eksklusif. Ia kolaboratif. Hukum hadir bukan untuk membatasi masyarakat, tetapi memastikan kelestarian berjalan berdampingan dengan keadilan sosial dan ekonomi,” pungkas Dadan.

Memberi status quo di zona tradisional tanpa kepastian hukum terbukti menimbulkan dampak buruk, termasuk konflik di masyarakat. Ketidakhadiran warga desa di zona yang disediakan berpotensi melemahkan pengawasan bersama, padahal warga penyangga dan petani hutan adalah mata dan telinga pemerintah dalam menjaga lingkungan.

Bagi petani getah pinus, kunjungan Penasehat Utama Kemenhut menjadi harapan baru finalisasi PKS. Negara hadir bukan hanya mendengar, tetapi memberi kepastian hukum yang adil, agar hutan tetap lestari dan dapur warga tetap mengepul, sebuah titik harapan kesejahteraan dari 1.000 kepala keluarga petani hutan. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Ragam

CIREBON (MASS) – Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1447 H, PLN UPT Cirebon bersama YBM PLN menyelenggarakan kegiatan “Berbagi Berkah Ramadhan” berupa santunan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dandim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung SIP MSc MSi melarang prajurit yang menjalani cuti Lebaran untuk menggunakan kendaraan dinas, khususnya...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Bulan suci Ramadan kembali dijadikan momentum komunitas XTC Jawara Kuningan untuk menebar kebaikan. Menunjukkan komitmen peduli sesama, XTC Jawara Kuningan kembali...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Universitas Kuningan (Uniku) saat ini tengah menyelenggarakan seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026. Sisa 10 mahasiswa yang diseleksi...

Netizen Mass

KUNINGAN (MAS) – Kabupaten Kuningan semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai benteng budaya sekaligus pusat edukasi dengan akan hadirnya Tugu Angklung. Pembangunan ikon baru ini...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan buka puasa bersama masyarakat Desa Gunung Karung, Kecamatan Luragung. Kegiatan berlangsung di Koperasi Merah Putih, Senin (16/3/2026)....

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Hari Raya Idul Fitri 1.447 H tinggal menghitung jari. Jika tidak berubah, tinggal 4 hari lagi menuju momen Lebaran. Dan seperti...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Lebaran, harga buah-buahan di Pasar Ciawigebang mengalami lonjakan signifikan. Salah satunya adalah buah apel Fuji yang tercatat naik dari Rp...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Musyawarah daerah luar biasa Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Kuningan dilaksanakan secara online pada Minggu (15/3/2026), menghasilkan ketua baru yaitu...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, memuji manajemen baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggarjati. Hal itu disampaikan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Ikatan Alumni SMP Negeri 1 Lebakwangi (IKA SPENSANGI) menggelar kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim serta pembagian takjil gratis di...

Nasional

SAMARINDA (MASS) – Malam ini, Minggu (15/3/2026) akan digelar laga tunda antara pemuncak klasemen Liga 1, Persib Bandung, melawan tim posisi ketiga, Borneo FC...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD Linggajati menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini ditandai dengan peresmian...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Gema Ramadan Feast 6.0 resmi ditutup pada Sabtu (14/3/2026), dengan acara buka bersama dan pembagian hadiah kepada para peserta. Kegiatan yang...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Jalur menuju Kuningan, khususnya Jalan Raya Gronggong Beber menuju Sampora Kuningan, terpantau ramai dan padat pada Sabtu (14/3/2026) kemarin. Kepadatan ini...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – H-6 menjelang Ramadan, pusat perbelanjaan di Jalan Siliwangi Kuningan dipenuhi masyarakat yang berbelanja kebutuhan lebaran pada Sabtu (14/3/2026). Arus lalu lintas...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Insiden pencurian dengan pemberatan terjadj di Toko Sembako dan Pangkalan Gas H Muhyidin Jaya Dusun Pahing, Rt 003 Rw 001, Desa...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – BEM FFKS berkolaborasi dengan ORMAWA FFKS Universitas Muhammadiyah Kuningan baru saja sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial bertajuk “Berkah Ramadhan”, Jumat (13/3/2026)...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar I’tikaf Ramadan 1447 Hijriah dengan tema “Islam dan Kesadaran Ekoteologi...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pada Kamis (12/3/2026) kemarin, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar Silaturahmi Ulama dan Umaro dalam agenda Dialog...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Jika biasanya yang disubsidi itu BBM, kini belanja di pasar pun dapat subsidi. Tentu tidak semuanya, ini hanya program daei Pemerintah Kabupaten...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menyediakan akses pemantauan lalu lintas secara daring melalui CCTV. Akses itu bisa...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Kuningan menyelenggarakan aksi sosial berupa pembagian takjil gratis yang dilanjutkan dengan agenda Buka...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Jalan yang baru saja ditambal aspal hotmix di depan SD Negeri 2 Cibingbin viral di media sosial setelah terlihat terkelupas. Video...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pendidikan...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyalurkan lebih dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat selama pelaksanaan...