Penjual Dadakan Bermunculan

KUNINGAN (Mass)_ Memanfaatkan momen lebaran, dimana banyak perantau dan wisatawan datang ke Kuningan. Di sepanjang jalan  di Kuningan banyak bermunculan pedagang dadakan. Mereka kebanyakan menjajakan oleh-oleh Kuningan berupa tape ketan kerena “buah tangan” ini sudah menjadi ikon Kuningan. Bukan hanya tape, tapi juga gemblong, rempeye, dan banyak lagi. “Saya sudah berjualan sejak hari Senin. Hasilnya … Baca Selengkapnya

Pengunjung Keluhkan Harga Tiket Naik, Ini Kata Disporapar

KUNINGAN (Mass)- Para pengunjung yang datang ke objek wisata di Kota Kuningan mengeluhkan terkait naiknya tiket masuk yang berlipat ganda. Padahal pada hari-hari biasa harga tidak semahal pada saat libur lebaran. “Masa yang biasa Rp5 ribu menjadi Rp15 ribu. Begitu juga yang lain pada naik. Jangan mentang-mentang maremaan menaikan harga seenaknya,” ujar Aan Mardian kepada … Baca Selengkapnya

Sabtu Masih Berkeliaran, Rabu Ditemukan Sudah Menjadi Mayat

KUNINGAN (Mass)- Suasana ramai usai lebaran di Desa Padarama Kecamatan Ciawigebang mendadak tambah ramai dengan temukannya sesosok mayat tanpa identitas di tengah sawah yang terletak di Blok Sawah Lebak. Mayat  yang diprediksi berusia 50 tahun itu ditemukan sudah membusuk di sawah milik Karsidi Rabu sekitar jam 14.00. Pertama kali mayat ditemukan oleh Wardi yang akan … Baca Selengkapnya

Dadakan Cup Semarakkan Reuni Alumni SMAN 2 Kuningan

KUNINGAN (Mass) – Reuni yang digagas alumnus SMAN 2 Kuningan bukan hanya sekadar kumpul-kumpul. Agar lebih semarak dan hidup, mereka menyelenggarakan turnamen futsal antar angkatan yang dikemas dalam Dadakan Cup 2017. Kegiatan yang dilangsungkan di Gor Ewangga tersebut dibuka Rabu (28/6) oleh Pembina Dadadakan Cup, Kusmana MPd. Simbolisasinya lewat penendangan bola pertama ke gawang. Kemudian … Baca Selengkapnya

Silaturahmi Sambil Bahas Reuni Perak

KUNINGAN (Mass)- Seperti yang lain para alumni SMAN I Garawangi angkatan 1996 juga memanfaatkan acara lebaran untuk silaturahmi.  Mereka berkumpul di Bumi Perkemahan Pakembangan Garawangi. Bukan hanya bercanda ria tapi ada yang lebih penting yakni membahas persiapan reuni perak yakni reuini 25 tahun. Agar acara berjalan sukses maka dibahas jauh-jauh hari. “Kita kan ingin reuni … Baca Selengkapnya

Macet, Kuningan-Cirebon Butuh 4 Jam

KUNINGAN (Mass) – Dalam 2 hari ini jalanan di Kabupaten Kuningan dan Cirebon mengalami kemacetan. Pengendara mobil yang bertolak dari Kuningan terpaksa harus menempuh antara 3 sampai 4 jam agar bisa sampai ke Cirebon.

Pantauan kuninganmass.com Rabu (28/6) kemacetan terjadi sejak pagi sampai siang. Kendati menjelang sore mulai menurun namun padat merayap masih terjadi. Jalan baru Sampora-Panawuan-Japara pun menjadi cukup padat.

“Tadi dari Kuningan ke Cilimus saja 2 jam. Belum ke Cirebon,” ujar Esi (31), warga Kuningan yang tengah di perjalanan menggunakan kendaraan pribadi itu.

Titik kemacetan paling parah terlihat di Cirendang sampai Jalaksana. Mulai mengendor ketika masuk daerah Manis. Namun ketika masuk kawasan wisata di Bandorasa, Sangkanurip, Linggarjati dan Cilimus, volume kendaraan naik kembali.

Kendaraan yang melaju dari Kuningan ternyata tidak bisa masuk ke jalan baru lewat jalan padamenak. Ini karena dikhawatirkan terjadi penumpukan di jalan tersebut dengan padatnya kendaraan yang melaju dari arah Cirebon lewat jalur yang sama.

“Tadi kita gak masuk Padamenak. Karena memang kendaraan dari arah Cirebon sangat padat. Terpaksa kita merayap di jalur utama,” kata Feri, pengenudi Toyota Rush.

Khusus pengendara sepeda motor tidak terlalu lama menempuh waktu untuk bisa sampai tujuan. Mereka bisa menyelinap lewat celah antar mobil atau melaju di jalur kiri. Bahkan sebagian yang tahu medan mereka memilih jalur desa, tidak menggunakan jalur utama Kuningan-Cirebon.

“Dari Kuningan saya masuk Kedungarum, Padarek, lalu ke Cikaso, Nanggerang, Ciniru Jalaksana, dan masuk jalan baru Sampora-Panawuan-Japara. 1 jam juga sampai tujuan,” tutur Asep (28), pengendara Mio.

Aparat lantas sendiri sejak pagi tampak super sibuk mengatur arus lalu lintas. Sistem rekayasa lalu lintas dijalankan agar bisa mengurai kemacetan. Namun saking tingginya volume kendaraan, kemacetan tak bisa dihindari meski mampu dikurangi.

Tingginya volume kendaraan disebabkan banyaknya warga yang ingin menikmati masa liburan lebaran. Tak heran jika sejumlah obyek wisata dipadati banyak pengunjung. Selain itu tidak sedikit pula dari pemudik yang arus balik kembali ke tempat rantaunya. (deden)

Baca Selengkapnya

Ini Yang Dilakukan Perantau Cijemit Ketika Mudik

KUNINGAN (Mass)- Lebaran saatnya perantau mudik. Bagaimana yang dilakukan mereka di kampung halaman selama mudik. Perantau Desa Cijemit Kecamatan Ciniru sudah memiliki acara rutin ketika mudik. Acara rutin itu digelar usai lebaran. Adapun kegiatannya melibatkan semua warga mulai anak kecil dengan menggelar kegiatan keagamaan yakni MTQ, Pildacil. Kemudian, santunan anak yatim, kaum jompo, pentas seni, … Baca Selengkapnya

Menjadikan Reuni Sebagai Ajang Samakan Visi

KUNINGAN (Mass) – Reuni sekaligus halal bihalal alumni SMUN 1 Ciawigebang (SMUNCI) angkatan 2002 yang ke-15 dijadikan sebagai ajang menyamakan visi untuk saling bantu membantu membangun Kabupaten Kuningan. Ketua panitia kegiatan, Dedi Rohendi, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa SMA setelah lima belas tahun mereka berpisah. “Reuni akbar alumni SMUN Ciawigebang angkatan 2002 … Baca Selengkapnya

MR Hadiri Jalan Santai IWAK

KUNINGAN (Mass) – Pemandangan menarik terlihat di alun-alun Desa Kasturi Kecamatan Kuningan, Selasa (27/6/2017) pagi. Salah seorang bakal calon bupati, H Mamat Robby Suganda MAP (MR) hadir di tengah-tengah ratusan warga desa tersebut. Kehadiran mantan cawabup Rochmat di Pilkada 2013 lalu itu guna membuka kegiatan jalan santai yang diselenggarakan IWAK (Ikatan Warga Desa Kasturi) dan … Baca Selengkapnya

Mobil Berjejer di Kampung, di Kota Sulit Parkir

KUNINGAN (Mass)- Berbicara momen lebaran seperti tidak akan ada habis-habisnya. Selain di perkampungan berubah 180 derajat, juga banyak cerita mengenai kehadiran perantau, Dulu, ketika mobil kendaraan pribadi belum semudah sekarang parantau pulang pasti mengundangkan angkutan umum. Tapi, kini pulang ke kampung itu seolah berlomb-lomba membawa kendaraan pribadi. Keberhasilan bagi warga desa bukan di ukur dari … Baca Selengkapnya