Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Ketua dan pengurus IMM Kuningan. (Foto: dok IMM)

Headline

ORBA 5.0

KUNINGAN (MASS) – Upaya sistematis untuk membungkam pihak-pihak yang berani mengungkap kebenaran semakin nyata dan tidak lagi terselubung. Mereka yang menyuarakan fakta —mahasiswa, aktivis, warga, dan elemen masyarakat sipil— justru kerap menjadi sasaran tekanan, intimidasi, dan delegitimasi, hanya karena berani membuka persoalan yang seharusnya dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Pola ini bukan kebetulan, melainkan pengulangan sejarah. Inilah watak lama Orde Baru yang kembali hadir dalam kemasan baru. Jika dahulu kritik dibungkam atas nama keamanan negara, hari ini kebenaran ditekan atas nama stabilitas, citra institusi, dan kepentingan kekuasaan. Fenomena inilah yang layak disebut sebagai New Orba

Pernyataan keras itulah yang disampaikan Ketua PC IMM Kuningan, Renis Amarulloh. Ia menegaskan bahwa pembungkaman terhadap pengungkap kebenaran adalah bentuk kekerasan politik yang paling halus namun paling berbahaya.

“Ketika orang-orang yang menyampaikan fakta justru ditekan, disudutkan, dan dicurigai, maka yang sedang dibangun bukan ketertiban, melainkan budaya takut. Dan ketakutan adalah fondasi utama rezim otoriter,” ujarnya, Minggu (5/1/2025).

Alih-alih menjawab substansi persoalan yang diungkap, kata Rennis, sebagian pihak memilih jalan pintas: menyerang pembawa kebenaran. Niat dipersoalkan, motif diragukan, legitimasi dipatahkan. Cara ini menunjukkan satu hal yang jelas—ketidakmampuan menghadapi fakta dan keengganan untuk bertanggung jawab.

Dalih menjaga stabilitas dan kehormatan institusi tidak dapat dijadikan pembenaran untuk membungkam kebenaran. Sejarah Orde Baru telah membuktikan bahwa stabilitas yang dibangun di atas kebohongan dan pembungkaman hanya melahirkan kepatuhan semu, bukan keadilan.

“Inilah ciri New Orba: kebenaran tidak dipatahkan dengan argumen, tetapi ditekan dengan kekuasaan; kritik tidak dijawab, tetapi dibuat lelah dan takut,” sebutnya.

Sebagai represetasi organisasi, Ketua IMM Kuningan menilai bahwa pembungkaman terhadap pengungkap kebenaran adalah alarm keras bagi demokrasi. Ketika ruang kritik dipersempit dan keberanian warga dipatahkan, maka penyalahgunaan kekuasaan akan tumbuh tanpa pengawasan, dan pelanggaran akan dianggap sebagai hal biasa.

Sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berpijak pada nilai moral dan intelektual, tegas Rennis, IMM Kuningan menyatakan sikap tegas untuk berdiri bersama siapa pun yang berani menyuarakan kebenaran demi kepentingan publik. Bagi IMM, kritik dan pengungkapan fakta bukan ancaman bagi negara, tetapi prasyarat mutlak bagi keadilan dan kemanusiaan

“Orde Baru runtuh bukan karena terlalu banyak kritik, tetapi karena kebenaran terlalu lama dibungkam. Jika praktik ini terus dinormalisasi, maka New Orba bukan sekadar peringatan, melainkan kenyataan yang sedang kita biarkan tumbuh,” tegasnya. (eki)

Advertisement

Berita Terbaru

Trending

You May Also Like

Nasional

SOLO (MASS) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Gibran secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Jawa Barat...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Persiapan matang terus dilakukan oleh Pesik Kuningan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 4 Seri Nasional pada akhir bulan April ini. Sebagai bagian...

Headline

KUNINGAN (MASS) – BPBD Kuningan bersama aparat desa dan masyarakat melakukan pembersihan material longsor yang menimpa tembok rumah dan halaman warga di Dusun Karang...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Farmasi Kesehatan dan Sains UM kuningan (PK IMM FFKS) baru saja menyelenggarakan Musyawarah Komisariat (Musykom)...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Gedung Sjahrir direncanakan akan segera dilakukan revitalisasi. Janji itu disampaikan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat berkunjung ke Kabupaten Kuningan,...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Pasca viralnya luapan air di Jalan Raya Sindangagung – Kertayasa Kecamatan Sindangagung, pihak Kecamatan bersama Pemdes Kertayasa dan warga sekitar segera...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pasca sholat Jumat di Masjid As-Safiri, Dusun Parenca Kulon, Desa Kertawangunan Kecamatan Sindangagun, ratusan nasi kotak dibagikan, Jumat (3/4/2026). Jamaah yang...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menjelaskan alasan kenapa pegawai P3K yang ikut seleksi BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah), pada...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Wajah baru kepemimpinan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuningan dituntut untuk lebih punya nyali, alias lebih berani. Tuntutan itu salah satunya datang dari...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Sebuah insiden kecelakaan terjadi di kawasan Linggamekar, Kecamatan Cilimus, tepatnya di sekitar lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cisabuk pada Rabu (1/4/2026). Peristiwa...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Teras Pendopo Kabupaten Kuningan pada Rabu malam (1/4/2026). Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar acara serah terima...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Warung kopi di Jalan Raya Syeh Manglayang, Desa Kadugede, mendadak berubah tegang pada Kamis malam (2/4/2026). Sang pemilik warung, Gilbert (45)...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, berpolemik karena menganggap tak akomodir calon...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Kegiatan Halal Bihalal yang digelar oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kramatmulya di Aula Bale Desa Cikaso, Kamis (2/4/2026), tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI yang merekomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mengganti rugi penggunaan anggaran tahun 2024-2025,...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Harga daging sapi terpantau menurun hari ini di pasaran, Kamis (2/4/2026). Meski turun, harga daging sapi masih di angka Rp 140...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Hampir dua tahun sejak proses pembebasan lahan untuk proyek Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS), area yang berada di Desa Windujanten, Kecamatan...

Olahraga

KUNINGAN (MASS) – Jelang bergulirnya kompetisi kasta keempat sepak bola Indonesia, Liga 4 Seri Nasional, tim berjuluk Laskar Ciremai ini dipastikan akan menambah kekuatan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Suasana penuh kehangatan dan canda tawa menyelimuti Alkenzi Convention Mayang Catering, Ciporang, pada Rabu (1/4/2026). Puluhan pensiunan guru dan kepala sekolah...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya meningkatkan transparansi dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah RI secara resmi mengintruksikan ASN untuk bekerja WFH selama sehari dalam sepekan, yakni hari Jumat. Bahkan, swasta juga dianjurkan ada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Setelah sebelumnya santer wacana penyesuaian harga BBM, dimana hal itu cukup logis mengingat eskalasi di Timur Tengah meningkat hingga jalur minyak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, memastikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) tidak...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) yang membentang dari Kertawangunan menuju Kadugede, minta ditinjau ulang. Pasalnya, masih ada beberapa ruas...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung aktivitas positif generasi muda. Salah satunya melalui perhatian dan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Carut marut tentang proyek PJU (Penerangan Jalan Umum) Kuningan caang sampai saat ini belum mendapatkan titik terang, apa sebenarnya yang terjadi?...