KUNINGAN (MASS) – Ribuan siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kabupaten Kuningan mulai mengikuti gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di masing-masing sekolah sebagai persiapan menuju ujian utama.
Tercatat data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, sebanyak 655 SD dengan total 15.579 siswa kelas VI terlibat dalam agenda tersebut. Gladi bersih dijadwalkan berlangsung 9-17 Maret 2026 dan dibagi dalam beberapa sesi.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kuningan, Surya SPd MM, menyampaikan, pelaksanaan gladi TKA hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“(Gladi bersih TKA) sudah mulai hari ini. Alhamdulillah sampai siang ini tidak ada kendala, info dari lapangan aman,” ujar Surya, siang hari.
Menurutnya, gladi bersih tersebut bertujuan untuk memitigasi berbagai potensi kendala teknis maupun non-teknis, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur, SDM, dan siswa sebelum TKA berlangsung.
“Gladi bersih ini dilakukan untuk memastikan kesiapan TKA, baik dari segi infrastruktur, SDM dan kesiapan siswa,” tuturnya
Selain itu, TKA 2026 tahun ini diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN). Integrasi tersebut memberikan manfaat ganda, yaitu siswa akan memperoleh Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA), sementara sekolah akan mendapatkan Rapor Pendidikan.
“Jadi ada dua manfaat yang diperoleh. Siswa yang mengikuti akan mendapatkan SHTKA, dan sekolah yang mengikuti akan memperoleh Rapor Pendidikan,” jelasnya.
Surya berharap kegiatan gladi bersih tersebut dapat berjalan lancar hingga sesi terakhir dan mendukung keberhasilan pelaksanaan TKA serta Asesmen Nasional di Kabupaten Kuningan.
“Semoga gladi bersih ini bisa berjalan lancar serta teman-teman di Satuan Pendidikan bisa memitigasi risiko apabila ada hal-hal yang mungkin terjadi,” kata Surya.
Sayangnya, belakangan justru ada laporan sistem eror dari siswa yang tengah melaksanakan TKA di sekolah. Kala ditanya hal tersebut, ia membenarkan ada eror di sesi 2 (sesi 1, 3, dan 4 diklaim lancar). Namun, kata Surya, gangguan error itu memang dari Pusat bukan tingkat kabupaten, kemungkinan dari server. (didin)

















