Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Ngeyel Gelar Resepsi, Satgas Langsung Bubarkan Kerumunan Warga

KUNINGAN (MASS)- Entah karena tidak ingin rugi karena sudah mengeluarkan uang, warga ngeyel menggelar hajatan.

Padahal, sudah jelas dalam SE terbaru pada masa  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kabupaaten  Kuningan dilarang hatajan.

Akibatnya tidak patuh maka Satgas Covid-19 Kabupaten  Kuningan membubarkan acara hajatan pada Senin (15/2/2021) . Lokasinya terletak di Dusun Kliwon, Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung.

“Pembubaran itu dilakukan petugas karena melanggar aturan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro,” ujar Kapolres Kuningan, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, SIK MSi melalui Kasubbag Dal Ops Polres Kuningan AKP Harminal MH Piliang.

Diterang, yang memimpin pembubaran kegiatan tersebut, menyatakan bahwa dalam melakukan pembubaran acara hajatan warga tersebut, pihaknya mengedepankan cara persuasif.


“Kepada warga yang melakukan respesi pernikahan itu kita berikan himbauan untuk segera menghentikan kegiatannya, karena saat ini sedang diterapkan PPKM Mikro dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 sesuai SE Bupati Kuningan No. 443/314/Huk tanggal 11 Pebruari 2021, bahwa keramaian yang menyebabkan kerumunan dilarang,” kata AKP Harminal, Senin (15/2/2021).

Lebih jauh AKP Harminal menyatakan kepada setiap warga yang ditemukan melakukan pelanggaran aturan PPKM Mikro akan di catat untuk dilakukan pendataan.

Selain itu, akan dilakukan pengecekan kembali apakah kegiatan hajatan benar-benar dihentikan setelah ada kesanggupan penyelenggara untuk menghentikan acara.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana SSTP, menyatakan bahwa setiap warga yang mengadakan kegiatan resepsi (hajatan) memang dilarang, sebagaimana tercantum dalam point 8 SE Bupati 443/314/Huk.


“Selama masa PPKM seluruh masyarakat tidak diperbolehkan mengadakan resepsi (hajatan) pernikahan/khitanan secara terbuka. Jadi pelaksanaannya agar dilaksanakan di KUA/Tempat Ibadah/Rumah mempelai dengan pembatasan jumlah kehadiran”, ujar Indra.

Indra juga menghimbau kepada masyarakat, terutama yang akan menyelenggarakan kegiatan yang bersifat perumahan untuk sementara agar ditunda dulu.

Hal ini sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan dengan peraturan-peraturan yang lebih lanjut, baik peraturan di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten sehingga kasus positif Covid-19 bisa ditekan.

“Untuk selanjutnya kita berharap bersama agar angka konfirmasi kasus positif Covid-19 di Kuningan semakin menurun,” sebutnya.

 Oleh karena itu dalam rangka menekan kasus penyebarannya, pihaknya  menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap selalu menjalankan Pola hidup sehat dan selalu melaksanakan 5M. (agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

PD

PKB

PAN

BNNK

P3MI

Bappenda

Uniku

Bank Kuningan

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kita semua tahu. PLTU paling banyak digunakan di Indonesia.Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memanfaatkan energi uap dari hasil kinerja pompa air...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang saat ini tengah menghadapi peningkatan permintaan listrik sebanyak 10% setiap tahunnya. Oleh karena itu,...

Religious

KUNINGAN (MASS) – 🗓️Jum’at, 7 Dzulqa’dah 1442 H / 18 Juni 2021 M 🍂🌻 Hikmah Hari Ini🌻🍂 📚ﻭﻟﺪﺗﻚ ﺃﻣﻚ ﻳﺎ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺑﺎﻛﻴﺎًﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﻮﻟﻚ...

Government

KUNINGAN (MASS)- Kasus pegawai puskesmas terpapar covid-19 kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Dampaknya adalah pelayanan terpaksa harus ditutup dan layananan dilakukan oleh puskesmas terdekat....

Advertisement