KUNINGAN (MASS) – Pada akhir tahun 2025 kemarin, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Sekda U Kusmana M Si, didampingi Kepala BPKAD Deden Kurniawan M Si, Kepala Bapeda Purwadi Hasan Darsono M Sc dan Kepala Bapenda Drs Laksono Dwi Putranto M Si menyampaikan capaian Pemerintah Daerah selama tahun 2025.
Diantaranya paparan yang disampaikan, yang paling mencolok adalah keberhasilan Pemkab Kuningan memutus Gagal Bayar 2025 hingga tuntas. Keberhasilan ini dianggap luar biasa, mengingat Pemkab Kuningan dibawah kepemimpinan Dian Rachmat Yanuar M Si – Tuti Andriani SH M Kn, belum genap setahun masa jabatan.
“Hari ini TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) memastikan tunda bayar tahun ini sudah terbayar semua. Kami optimis, tahun 2026 Kuningan akan tuntas dari bayang-bayang gagal bayar. Penyusunan anggaran ke depan tidak akan dramatis, melainkan realistis,” tegas U Kusmana.
Sekda juga menyinggung peran krusial Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dalam menahkodai daerah di tengah keterbatasan fiskal selama sepuluh bulan terakhir. Meski tingkat kepercayaan masyarakat sempat belum signifikan, pengalaman puluhan tahun Bupati dalam birokrasi dinilai mampu membalikkan situasi dari pesimis menjadi optimis.
“Di tengah keterpurukan fiskal, Pak Bupati paham betul solusi untuk permasalahan daerah. Beliau rajin ‘ngamen’ ke pusat, melobi kementerian agar program dan anggaran bisa turun ke Kuningan,” jelasnya.
Hal itu jugalah yang diamini Kepala BPKAD Kuningan, Deden Kurniawan M Si. “Start kita di 2025 kita dari minus yang sangat dalam, Rp 268 Miliar berdasarkan laporan dari BPK tahun 2024. Bisa dibayatngkan Pak Bupati seperti apa bergerak dari titik minus,” kata Deden.
Jika dilihat dari kapasitas fiskal Kuningan yang masih sangat rendah, Deden menjelaskan bahwa defisit yang masih diperbolehkan hanya kisaran 3,15 persen. Sementara Kabupaten Kuningan, jika dihitung dari total APBD 2024, defisitnya mencapai 9-10%. Harusnya
“(Normalnya dengan deficit sebesar) itu 3 tahun beru bisa keluar dari defisit, tapi alhamdulillah 1 tahun ini kita bisa mereduksi,” kata Deden.
Dalam kesempatan itu, Deden mengamini bahwa tahun ini Kabupaten Kuningan merasakan badai fiskal yang luar biasa. Dimana bantuan provinsi, sampai bantuan dari Pemerintah Pusat dipangkas puluhan Miliar. Meski begitu, Deden nampak optimis, dengan kecermatan dan kehati-hatian mengelola fiskal, gagal bayar tidak akan terjadi lagi kedepan.
Selain itu, lanjut Deden, kedepan TAPD juga mendorong Pemkab Kuningan agar transaksi yang dilakukan cashless. Dengan begitu, pemerintah bisa meminimalisir kebocoran keuangan daerah. (eki)










