KUNINGAN (MASS) – Lahir dan tumbuh di Dusun Gunung Jawa, sebuah wilayah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan di Kabupaten Kuningan, telah membentuk sudut pandang saya mengenai arti penting ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi Syari’ah di UIN Siber Syekh Nurjati, saya menyadari bahwa ekonomi bukan sekadar angka dan statistik, melainkan tentang bagaimana keadilan dan kemaslahatan dapat dirasakan oleh setiap individu. Melalui esai ini, saya merefleksikan kekuatan diri saya, merancang peta jalan masa depan, dan meneguhkan komitmen pengabdian bagi masyarakat.
Kekuatan Diri: Integritas dalam Keberagaman Kemampuan Kekuatan utama saya terletak pada perpaduan antara keteguhan prinsip dan kemampuan adaptasi teknis. Di kampus UIN Siber Syekh Nurjati, saya ditempa untuk memahami kompleksitas instrumen keuangan modern tanpa meninggalkan esensi hukum Islam. Saya memiliki kemampuan analisis yang tajam dalam membedah persoalan ekonomi, yang didukung oleh kedisiplinan tinggi dalam belajar.
Selain aspek akademis, lingkungan RT/RW 009/004 Dusun Gunung Jawa telah mengajarkan saya tentang empati dan komunikasi sosial. Kekuatan ini memungkinkan saya untuk menjelaskan konsep-konsep ekonomi syariah yang rumit menjadi bahasa yang sederhana dan mudah diterima oleh masyarakat awam. Saya percaya bahwa kejujuran dan etika kerja yang saya miliki adalah aset terbesar untuk menjaga kepercayaan umat dalam mengelola urusan finansial mereka.
Rencana Pasca Lulus: Menuju Profesionalisme Syariah visi saya setelah meraih gelar sarjana adalah menjadi praktisi ekonomi syariah yang progresif. Rencana jangka pendek saya adalah bergabung dengan lembaga keuangan syariah nasional untuk mendalami operasional perbankan atau manajemen zakat dan wakaf secara profesional. Saya ingin menjadi bagian dari transformasi digital ekonomi syariah, memastikan bahwa sistem keuangan yang adil dapat diakses hingga ke pelosok desa melalui teknologi.
Dalam lima tahun ke depan, saya menargetkan untuk mengambil peran strategis sebagai konsultan keuangan syariah atau analis kebijakan. Saya berencana untuk terus memperbarui ilmu pengetahuan melalui sertifikasi profesi agar solusi yang saya berikan di masa depan selalu relevan dengan tantangan zaman, seperti isu keberlanjutan (sustainability) dan ekonomi hijau yang kini menjadi perhatian dunia.
Pengabdian: Membangun Kemandirian dari Desa pengabdian bagi saya bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban moral. Fokus utama pengabdian saya adalah memberdayakan tanah kelahiran saya di Kecamatan Karangkancana. Saya melihat bahwa tantangan terbesar masyarakat pedesaan adalah keterbatasan akses terhadap permodalan yang sehat dan minimnya literasi mengenai pengelolaan keuangan jangka panjang.
Saya berkomitmen untuk menginisiasi program edukasi ekonomi syariah bagi para pelaku UMKM di desa. Saya ingin membantu mereka beralih dari praktik keuangan yang memberatkan menuju sistem bagi hasil yang adil. Lebih jauh lagi, saya bercita-cita untuk mengoptimalisasi pengelolaan dana sosial keagamaan di lingkungan lokal agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sebagai modal usaha bagi pemuda desa yang ingin berwirausaha.
Sebagai penutup, perjalanan saya sebagai mahasiswa Ekonomi Syari’ah adalah langkah awal dari sebuah maraton pengabdian. Dengan kekuatan diri yang terus diasah dan rencana masa depan yang terukur, saya, Raditia Abdillah Farhan, siap mendedikasikan ilmu dan tenaga saya demi tegaknya ekonomi yang berkeadilan. Saya ingin memastikan bahwa kemajuan ekonomi yang saya perjuangkan nanti senantiasa bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas, dimulai dari langkah kecil di Dusun Gunung Jawa untuk Indonesia yang lebih mulia.
Oleh: Raditia Abdillah Farhan










