Bismillah
KUNINGAN (MASS) – Bahwa sesungguhnya Gencatan senjata bersifat dua arah AS vs IRAN adalah harus disambut baik, tetapi juga harus tetap waspada untuk banyak negara yang ada keterlibatan langsung, ataupun keterlibatan tidak langsung.
Pasca AS bersedia menegoisasikan 10 proposal Iran: bukan perdamaian, tetapi perang dengan babak baru yang lebih kompleks dan lebih berbahaya. Gencatan senjata yang diumumkan Donal Trump pada 7 April 2026, dan sudah terpublikasikan dimana AS/Donal Trump setuju untuk menghentikan serangan ke Iran, sebagai imbalan atas pembebasan Selat Hormuz dan komitmen Teheran/Iran untuk tidak menyerang kepentingan AS dan sekutunya selama waktu gencatan senjata dua pekan.
Iran dengan percaya diri mengajukan 10 poin sebagai dasar negosiasi. Poin-poin itu berisi tuntutan-tuntutan maksimalis yang oleh para analis disebut “Sulit, jika tidak mustahil”, untuk diselaraskan dengan tujuan AS/Donal Trump.
10 Tuntutan itu antara lain: pengakuan atas hak Iran menguasai Selat Hormuz, hak pengayaan Uranium Iran, pencabutan semua sanksi, penarikan pasukan tempur AS Dari kawasan, dan yang paling kontroversial, penghentian perang di semua front, termasuk di Lebanon dan Gaza.
Di situ saya bertanya bukan hanya kepada AS/Donal Trump dan kepada otoritas tertinggi di IRAN, tetapi juga KHUSUS Kepada Zionis Netanyahu, Fa’ aina tadzhabun/Quo Vadis/Mau kemana kalian pergi dalam format gerakan Gencatan senjata dua arah konteksnya dua pekan?
Semoga pertanyaan saya bisa sampai kepada pihak yang terlibat langsung dengan format gerakan gencatan senjata dua arah dalam konteks dua pekan.
Kemudian? Saya berpikir biarlah sedikit saya urai menyoal gencatan senjata dua arah konteks dua pekan: AS vs IRAN.
Pertama AS harus berupaya maksimal bisa mencegah ISRAEL tidak terus menerus melakukan tindakan biadab membombardir Lebanon, oleh sebab AS/Donal Trump dan Israel/Netanyahu: kemungkinan sebenarnya pembawa misi Zionis Terorisme dunia dengan dukungan dana menggunakan Operasi kontra intelijen CIA dan MOOSAD, itulah inti format gerakan, kontruksi gerakan dan struktur gerakan dari organisasi Illuminati untuk tetap harus menghancurkan: Mulai Libia, Irak, Gaza Palestina, Suriah, Lebanon dan IRAN.
Setelah itu, negara Islam dan negara mayoritas Islam lainnya yang tidak mau mengikuti AS dan Israel, akan menjadi TARGET SUSULAN. Begitupun negara non muslim yang tidak mau tunduk terhadap AS dan Israel akan dilumpuhkan dengan berbagai macam cara melalui: Strategi format gerakan, kontruksi gerakan dan struktur gerakan CIA & Moosad.
Dan ketika Zionis dalam kepemimpinan Perdana Menteri Zionis Netanyahu konseptor teroris dunia yang hanya satu jam setelah Donal Trump mengumandangkan gencatan senjata selama dua pekan, ternyata ISRAEL membombardir LEBANON: Dengan sebutan Operasi “Kegelapan Abadi”.
Sementara Gencatan Senjata dua pekan disebut sebagai simbol kekuatan IRAN dan AS/Donal Trump juga mengucapkan hal sama. Tetapi juga tidak mungkin Iran terpedaya atas hadirnya gencatan senjata yang hanya dua pekan dan Israel lebih biadab dari sebelumnya membombardir Lebanon.
Pendapat saya pribadi; Itu gencatan senjata kendatipun wajib disambut baik oleh banyak pihak, banyak negara, namun itu hanyalah: ISTIRAHAT SAJA DALAM PERANG AS-ISRAEL VS IRAN – SEJAK 28 PEBRUARI 2O26.
Mengapa demikian? Ya konkritnya
AS dan Israel belum ada kesepakatan perdamaian dalam konteks untuk menghentikan perang dengan Iran. Persoalan menjadi menarik di satu sisi Donal Trump terkesan menuruti keinginan Netanyahu, tetapi di sisi kepentingan lain, Zionis Netanyahu tidak mau mendukung AS/Donal Trump, dalam konteks hadirnya “Gencatan Senjata dua pekan: AS VS IRAN”.
Tambahan Pemikiran saya bahwa; Konseptor perang AS-Israel vs Iran itu, Netanyahu or Donal Trump?
Bisa terditeks pertemuan AS dan Iran di Islamabad – dipandu Pakistan Jumat 10 April 2026.
Apabila Konseptornya Netanyahu, berarti eksekutornya Donal Trump. Atau sebaliknya.
Lebih parah, andai bergantian disoal awal perang AS – Israel VS Iran 28 Pebruari 2026, konseptornya Teroris Netanyahu dan ketika 7 April 2026, hadir gencatan senjata dua pekan, Konseptornya Donal Trump, untuk kemudian, eksekutornya membombardir Lebanon adalah Zionis Teroris Netanyahu.
Netanyahu gembong zionis dunia, tetap ngotot: Perang berlanjut karena beranggapan perang suci untuk menjemput datangnya Dajjal.
Buktinya; kurang lebih 1 jam setelah Donal Trump mengumumkan gencatan senjata, terbukti Tentara Teroris Israel atas perintah Perdana Menteri Zionis Netantahu, kembali membombardir Lebanon dengan nama “Operasi Kegelapan Abadi”, yang lebih sadis dan biadab dari sebelumnya dalam membombardir Lebanon.
Oleh sebab itu, mohon ijin saya menyarankan kepada Pemerintah RI, tentu Kepada Yth. Presiden RI, segera mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mengevaluasi UNIFIL Bisa menghentikan sementara pengiriman pasukan perdamaian PBB untuk 49 negara, kurang lebih, terkhusus untuk pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia ke Lebanon atas dasar Lebanon zona perang dan bisa mempengaruhi eksistensi gencatan senjata dua pekan: AS VS IRAN. Bahkan Bisa Batal. Terlebih Zionis Netanyahu tetap akan menyerang Iran, dengan dasar memiliki tujuan yang belum selesai.
Itulah yang dalam artikel saya tanggal 6 April 2026, bahwa perang bagi Zionis Israel dengan Iran adalah syarat untuk mempercepat kedatangan Dajjal yang dianggap Mesias. Oleh sebab itu; Khatolik Ortodoks sangat mengutuk tindakan Perdana Menteri Zionis Netanyahu. (Khusus konteks hadirnya katolik Ortodoks, sudah tercatat bersama kaum muslimin memberangus kaum Yahudi, kaum musrikin – Al Maidah ayat 82).
Intinya Israel tidak menghendaki Iran menjadi negara maju dan Israel menjadi gagal menjemput kedatangan Dajjal yang dianggap Mesias.
Israel yang tidak diikutsertakan dalam perjanjian bilateral AS-IRAN, terus membombardir LEBANON. Kemudian IRAN merasa terus dikhianati, kembali menutup Selat Hormuz.
Inilah yang terjadi pasca AS bersedia menegoisasikan 10 materi dalam proposal Iran. Tetapi perang BABAK BARU yang lebih kompleks dan lebih berbahaya akan terjadi.
Dalam perspektif Geoprofetik, Ini adalah panggung yang sedang dibersihkan, dimana titik didih perlahan tapi pasti mulai bergeser Dari Persia ke Syam.
Berdo’alah untuk Bangsa Indonesia mendapatkan perlindungan Allah Subhannahu Wata’ala.
Padamu negeri jiwa raga kami.
Hadanallahu Waiyyakum Ajma’in
Awang Dadang Hermawan
*) Pemerhati Intelijen, Sosial Politik dan SARA
Jakarta,
9 April 2026