Mengokohkan Amanah dengan Literasi dan Orang Baik

KUNINGAN (MASS) – Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail, MA selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, dalam rangkaian kegiatan Pelantikan Ketua Pengawas dan Silaturahmi Organ Baru Yayasan pada Ahad 12 April 2026, yang bertempat di Gedung Daarul Arqom Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Berkenaan dengan hal itu penulis mencoba untuk sedikit merangkai tausiyah yang menggugah tersebut. Penulis memberikan judul dalam tulisan ini, Mengokohkan Amanah dengan Literasi dan Orang Baik. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin.

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, maka dipenuhinya (amanah) itu. Dia (Allah) berkata: “Sesungguhnya Aku akan menjadikan kamu pemimpin bagi manusia”. Ibrahim menjawab: “Dan (apakah) dari keturunanku (juga)?”. Allah berfirman: “Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah: 124)

Nabi Ibrahim AS adalah contoh teladan yang luar biasa dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin dan nabi. Ketika Allah memberinya amanah yang berat, beliau meminta agar anak cucunya juga menjadi pemimpin, karena manfaatnya yang luas. Namun, Allah menegaskan bahwa janji-Nya tidak berlaku bagi orang yang dzalim.

Nabi Ibrahim AS kemudian berdoa kepada Allah agar dirinya dan keluarganya dijaga dari kehinaan. Beliau juga mencanangkan beberapa hal untuk membuat organisasinya menjadi kokoh.

Pertama, Mengokohkan Literasi. Nabi Ibrahim AS meminta literasi yang kokoh karena beliau menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan pengetahuan agama adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang maju dan beriman. Dengan memiliki literasi yang kuat, kita dapat memahami ajaran agama dengan lebih baik, membuat keputusan yang lebih bijak, dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Kedua, Menghimpun Orang-Orang Baik. Nabi Ibrahim AS juga meminta agar dikelilingi oleh orang-orang yang baik karena beliau menyadari bahwa lingkungan yang baik dapat mempengaruhi perilaku dan karakter kita. Dengan memiliki teman-teman yang baik, kita dapat saling mendukung, saling mengingatkan, dan menciptakan lingkungan yang positif.

Dengan demikian, Nabi Ibrahim AS meminta literasi yang kokoh dan orang-orang yang baik untuk menjadi pitutur yang baik bagi generasi berikutnya. Beliau juga memaksimalkan usaha dan doa agar Allah menolongnya.

Dalam konteks kita hari ini, kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS. Kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan literasi, baik dalam bidang agama maupun bidang lainnya. Kita juga harus selalu berusaha untuk menghimpun orang-orang yang baik dan beriman, sehingga kita dapat menciptakan komunitas yang kokoh dan beriman.

Mari kita ikuti jejak Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin, orang tua, dan anggota masyarakat. Mari kita kokohkan literasi dan himpun orang-orang baik untuk menciptakan komunitas yang kokoh dan beriman. Dengan demikian, kita dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi berikutnya dan mendapatkan ridho Allah SWT.

“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”. (QS. Taha: 114) . Amin.

Penulis : KH Imam Nur Suharno, SPd SPdI MPdI
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Yayasan Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat