Masuri Gonjes Tegaskan Hadir di Lokasi Muscab PPP, Bahkan Bertemu Dokter Toto

KUNINGAN (MASS) – Pernyataan dr Toto Taufikurohman Kosim perihal ketidakhadiran Masuri Gonjes, mendapat pelurusan. Sebagai salah satu kandidat, Masuri menegaskan hadir ke lokasi Muscab PPP Kuningan di Hotel Jamrud Cirebon sembari memperlihatkan bukti fotonya. 

“Saya hadir ke lokasi muscab, jadi tertundanya pembukaan muscab bukan karna saya belum hadir. Tapi sebelum acara pembukaan saya sudah di lokasi dan sempat menemui ketua OKK DPW PPP Jabar untuk menanyakan beberapa hal,” ungkapnya, Minggu (12/4/2026) siang. 

Yang ditanyakannya kepada ketua OKK DPW Jabar, imbuh Masuri, soal rancangan materi Muscab yang baru disampaikan ke peserta 1 hari sebelum pelaksanaan muscab. Kedua, sambungnya, tidak adanya SK Kepanitiaan Muscab DPC PPP Kuningan yang diketuai Ali Akbar. 

“Jadi, penundaan pembukaan muscab sama sekali bukan karna saya selaku salah satu calon tidak ada di forum, tapi waktu itu saya sedang diskusi dengan pihak DPW PPP Jabar,” tandas politisi yang juga menjabat ketua OKK DPC PPP Kuningan tersebut. 

Kebetulan, kata Masuri, 14 PAC PPP masih menunggu hasil diskusi dirinya dengan DPW. Sehingga jika pembukaan muscab dilanjut maka dipastikan tidak akan quorum. Dan itu menurutnya, diatur dalam PO 16 tentang Pelaksanaan Muscab, Pasal 16 ayat 1; Muscab sah apabila dihadiri lebih dari 2/3 jumlah utusan PAC. 

“Bahkan disela-sela kami berdiskusi, Dokter Toto sempat bergabung sebelum acara dibuka,” ungkap Masuri. 

Baca juga : https://kuninganmass.com/satu-kandidat-mangkir-dokter-toto-bakal-pimpin-kembali-ppp/

Menanggapi dirinya yang dianggap tidak mencalonkan, dia juga menerangkan PO 16 tentang Pelaksanaan Muscab. Di situ tidak ada aturan yang mengharuskan calon menyampaikan pencalonan di dalam forum muscab. Sebab Muscab kali ini bukan forum untuk pemilihan ketua tapi memilih formatur dari unsur DPC berjumlah 1 orang dan dari unsur PAC berjumlah 4 orang.

“Pasal 12 ayat 3 tentang wewenang Muscab; Memilih dan/atau menetapkan formatur untuk menyusun PH DPC, Pimpinan Majelis Syariah DPC, Pimpinan Majelis Pertimbangan DPC, dan Pimpinan Majelis Pakar DPC,” jelasnya.

Lalu di Pasal 13 ayat 6, lanjut Masuri, Formatur bertugas untuk menyusun PH DPC, Pimpinan Majelis Syariah DPC, Pimpinan Majelis Pertimbangan DPC, dan Pimpinan Majelis Pakar DPC dalam muscab.

“Untuk selanjutnya siapa yang akan terpilih menjadi ketua DPC PPP Kuningan ke depan, saya menyerahkan kepada 7 orang formatur dan saya percaya formatur akan menyusun PH DPC PPP Kuningan yang ideal yang dapat membawa PPP di Kuningan lebih baik,” ucapnya. 

Menyangkut SK Panitia Muscab, pria yang akrab disapa Gonjes itu menegaskan harus ada. “Iyaa.. harusnya ada SK dari DPC PPP tentang panitia muscab dan dilampirkan di rancangan materi,” tandasnya. 

Sedangkan terkait mekanisme pemilihan formatur yang dibagi zona, mantan ketua DPD KNPI Kuningan ini menduga untuk memudahkan. 

“Ini tidak diatur di PO, kalaupun ada konsep per dapil/zona itu mungkin pertimbangan untuk memudahkan secara teknis dalam pemilihan formatur unsur PAC,” pungkas Masuri Gonjes. (deden)