KUNINGAN (MASS) – Masjid Jami Babul Hikmah , Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin menjadi titik hari pertama Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, Selasa (3/3/2026). Bupati sendiri sengaja membentuk delapan tim turun serentak selam 4 hari menjangkau seluruh 32 kecamatan selama bulan suci di sejumlah masjid.
Bupati Kuningan memimpin langsung Tim I Tarling. Tidak sendirian sebagai pejabat, nampak dalam Tarling Ketua Pengadilan Agama Kuningan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian beserta Sekretaris dan Kabid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang beserta Sekretaris dan Kabid, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah beserta Sekretaris dan Kabid.
Kemudian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan beserta Kasubag dan Kasi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda beserta Pejabat Fungsional, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda beserta Kasubag dan Pejabat Fungsional, Kepala Bagian Umum Setda beserta Pejabat Fungsional, Ketua MUI Kabupaten Kuningan, serta Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Ela Helayati, selain jajaran Forkopimcam, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Citenjo, Didi Sudiana, mengaku bangga desanya menjadi lokasi Tarling tingkat kabupaten. Ia berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi pembangunan di wilayahnya.
“Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Citenjo, kami mengucapkan wilujeng sumping. Mohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan, termasuk kondisi jalan desa yang masih perlu perbaikan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Dian mengatakan, Tarling juga merupakan ruang mendengar dan merasakan langsung kondisi masyarakat. Ia menyebut Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat harmoni antara kebijakan dan kebutuhan warga.
“Tarling ini adalah perjalanan batiniah untuk mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, mendekatkan kebijakan dengan kenyataan di lapangan, serta mendekatkan pembangunan dengan nilai-nilai keimanan,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa arah pembangunan Kuningan dimulai dari desa. Desa yang mandiri dan kuat akan mempercepat kemajuan kabupaten secara keseluruhan.
“Desanya maju, kabupaten maju. Desanya tidak maju, Kuningan tidak maju. Maka membangun harus dimulai dari desa,” tegasnya.
“Sebelum Lebaran sudah ada perbaikan jalan di 120 ruas. Memang membangun tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kondisi APBD kita terbatas. Tapi insyaallah kita selesaikan bersama, Selain itu, perlu mendapat perhatian bersama terkait pengelolaan sampah dan lingkungan,” ungkapnya. (eki)
















