CIAMIS (MASS) – Di tengah gempuran makanan modern, Desa Bangunjaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, masih memelihara cita rasa masa lalu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMKU) turut hadir memperkuat langkah pelestarian kuliner tradisional melalui kunjungan ke UMKM Opak Ketan Manis di RW 2.
Ketua Kelompok Miftah Fariz mengatakan, pihaknya mendatangi UMKM Opak Ketan Manis di RW 2 Desa Bangunjaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kuliner khas dan penguatan ekonomi warga. Menurutnya, opak ketan manis merupakan camilan tradisional berbahan beras ketan dan gula, telah menjadi ikon rasa yang diwariskan turun-temurun di desa itu.
Proses produksi di UMKM tersebut masih dilakukan secara tradisional, mulai dari perendaman beras ketan, perebusan hingga matang, penumbukan menggunakan alat manual, pembentukan bulatan kecil, hingga pengeringan atau pengolahan lanjutan. Seluruh tahapan dikerjakan dengan cermat untuk mempertahankan rasa autentik yang menjadi ciri khasnya.
“Opak ketan manis bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita dan tradisi. Kami ingin membantu agar usaha seperti ini bisa terus bertahan dan bahkan berkembang,” ujarnya, Jum’at (8/8/2025).
Keberadaan UMKM tersebut, tidak hanya memberi penghasilan tambahan bagi keluarga pengelolanya, tetapi juga menjadi wujud nyata kekuatan ekonomi kreatif berbasis lokal. Di tengah perkembangan zaman, usaha rumahan seperti itu menjadi bukti kearifan lokal bisa bersanding dengan peluang bisnis.
“Kami harap, UMKM Opak Ketan Manis dapat merambah pasar yang lebih luas tanpa kehilangan identitasnya sebagai kuliner tradisional khas Ciamis,” harapnya. (argi)
