Mahasiswa PGMI UNISA Luncurkan Empat Aplikasi Matematika Digital untuk SD dan MI

KUNINGAN (MASS) – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan berhasil mengembangkan empat aplikasi pembelajaran matematika digital sebagai bentuk implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Inovasi tersebut dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar di tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).

Keempat aplikasi merupakan hasil karya mahasiswa dalam mata kuliah Pembelajaran Matematika yang diampu oleh dosen Program Studi Pendidikan Matematika. Melalui pendekatan OBE, mahasiswa ditantang menghasilkan produk inovatif yang tidak hanya memenuhi capaian pembelajaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satu aplikasi yang dikembangkan adalah Space Math Adventure, karya mahasiswa Rafa dan Fatah. Aplikasi ini menyajikan materi bilangan bulat melalui konsep permainan petualangan sehingga peserta didik dapat belajar sambil bermain.

“Dengan konsep permainan petualangan, aplikasi ini mengajak peserta didik belajar sambil bermain sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik,” ujar Rafa.

Selain itu, mahasiswa Afip dan Arya mengembangkan Tarik Tambang Matematika, sebuah media pembelajaran berbasis permainan yang menggabungkan unsur kompetisi dengan penyelesaian soal matematika.

“Melalui pendekatan game based learning, aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa,” kata Arya.

Dua aplikasi lainnya bahkan telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Aplikasi MOW MATH (Mind yOur Wholes Mathematics) yang dikembangkan oleh Aufiya dan Tami menghadirkan pembelajaran matematika secara interaktif melalui berbagai aktivitas yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik.

Sementara itu, Aljabar KUMAT (Kuis Matematika) karya Idfi dan Rhena dikembangkan sebagai media evaluasi berbasis kuis interaktif pada materi aljabar. Aplikasi tersebut membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan sekaligus memudahkan proses evaluasi belajar siswa.

Dosen pengampu mata kuliah, Firda Halawati MPd, mengatakan seluruh aplikasi tersebut merupakan wujud penerapan Kurikulum Outcome-Based Education yang menekankan pada hasil pembelajaran yang berdampak nyata.

“Melalui pendekatan OBE, mahasiswa didorong agar mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan memberikan solusi terhadap kebutuhan pembelajaran di sekolah. Produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai tugas kuliah, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas oleh guru dan peserta didik,” ujarnya.

Menurut Firda, keberhasilan ini menunjukkan komitmen Unisa Kuningan dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Selain menjadi bukti keberhasilan implementasi Kurikulum OBE, dua dari empat aplikasi yang dikembangkan telah memperoleh sertifikat HAKI sebagai bentuk pengakuan atas orisinalitas karya mahasiswa. Ke depan lanjut Firda, seluruh aplikasi akan terus disempurnakan agar dapat dimanfaatkan lebih luas sebagai media pembelajaran digital di sekolah.

Seluruh aplikasi tersebut dapat diakses secara gratis oleh guru, siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Kehadirannya diharapkan menjadi alternatif media pembelajaran matematika yang interaktif, mudah digunakan, serta mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia. (didin)