KUNINGAN (MASS) – Wisuda adalah momen spesial yang dinantikan oleh setiap mahasiswa, termasuk mereka yang menyelesaikan studi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Namun, suasana bahagia tersebut terganggu oleh adanya pungutan yang harus dibayar oleh wisudawan untuk mendapatkan foto kenangan. Pada acara wisuda yang diadakan pada 12,13 dan 14 Agustus 2025 di Hotel Apita Cirebon, mahasiswa diharuskan membayar antara 55 ribu hingga 75 ribu rupiah untuk mendapatkan foto hasil jepretan fotografer.
Pada hari wisuda, para wisudawan terlihat antusias mengenakan toga dan merayakan pencapaian mereka. Acara tersebut dihadiri oleh fakultas-fakultas dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah (FASYA), dan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), program Magister dan Doktor.
Beberapa hari selepas prosesi wisuda, momen bahagia itu tak lagi dirasakan mahasiswa lantaran dikejutkan oleh informasi bahwa mereka harus membayar untuk mendapatkan foto tersebut. Salah satu wisudawan yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan pemungutan tersebut.
“Kami tidak diberitahu sebelumnya tentang biaya ini. Apalagi ada batas waktu tertentu untuk mengambil foto yang membuat kami merasa tertekan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh wisudawan lainnya yang merasa terpaksa untuk membayar agar tidak kehilangan kenangan penting dari hari bersejarah ini. “Ini sangat mengecewakan. Seharusnya, momen wisuda adalah tentang merayakan pencapaian, bukan tentang biaya tambahan yang tidak terduga,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan jikalau memang diberitahukan kami bisa membawa fotografer sendiri dalam prosesi wisuda tersebut kalau sama- sama harus bayar. “Kalau tau bayar mending kita akomodir saja atau masing masing, lumayan tuh kalau 75.000 dikalikan 2.237 mahasiswa kan luamayan juga,” tambahnya.
Menyikapi keluhan tersebut, tim redaksi kuninganmass.com berusaha untuk mengonfirmasi kepada pihak penanggung jawab bagian fotografer Jamal pada Sabtu (30/8/2025), hari terakhir pengambilan foto. Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi yang diberikan.
Pelaksanaan wisuda ini seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi para mahasiswa dan keluarga mereka. Namun, adanya pungutan yang tidak transparan telah menciptakan suasana yang kurang nyaman. Banyak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, dan pihak kampus dapat memberikan penjelasan yang lebih baik terkait kebijakan semacam ini. (raqib)
