KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan mempertimbangkan opsi untuk memberlakukan Work From Home alias WFH seperti di tempat lain, imbas konflik Iran vs AS-Israel berkepanjangan, yang memaksa seluruh dunia untuk hemat energi..
Hal itu diamini Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, saat diwawancarai Sabtu (28/3/2026) siang tadi, pasca menghadiri kegiatan KOMIT di Desa Kutaraja Kecamatan Maleber.
“Kita masih lihat pertimbangan, sementara kita masih biasa,” ujarnya.
Namu, kata Bupati, hasil diskusi dengan bagian organisasi dan SDM, pihaknya masih akan melihat dan melakukan evaluasi selama sepekan hingga dua pekan kedepan.
Kabupaten Kuningan, klaim Bupati, kondisinya sedikit berbeda dari kota lainnya. Wilayah yang berada di lereng Gunung Ciremai ini, terpantai masih lancer, tidak macet atau kekurangan BBM signifikan.
Meski soal bahan bakar belum dilakukan pengetatan, Bupati mengaku sudah mengintruksikan penghematan di kantor-kantor pemerintah. Dimana AC harus dimatikan, lampu mati di siang hari, juga computer, dengan catatan saat tidak digunakan.
“Kan konteksnya hemat enerji, listrik juga enerji,” jawabnya kala ditanya kenapa penggunaan listrik juga diintruksikan optimal.
Soal penghematan energi ini, masih kata Bupati, pihaknya melihat perkembangan dan evaluasi lanjutan. Apalagi beberapa kabupaten/kota juga masih normal.
Saat itulah Bupati juga disinggung apakah mungkin penghematan energi dilakukan dengan bersepeda (tanpa motor) ke kantor, bukan WFH. “Kalo saya sih ingin bersepeda, irit,” kata Bupati sambil tertawa. Karena seperti diketahui, kantor Pemkab Kuningan sendiri berada di kontur tanah miring, harus “nanjak” jika tak pakai kendaraan bermotor. (eki)














